Ketegangan AS-Iran Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia

Jakarta – Pernyataan keras Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, terhadap Iran telah memicu kekhawatiran di pasar energi global, mendorong harga minyak mentah dunia melonjak.

Agus sujarwo

Ketegangan AS-Iran Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia

Jakarta – Pernyataan keras Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, terhadap Iran telah memicu kekhawatiran di pasar energi global, mendorong harga minyak mentah dunia melonjak. Investor khawatir eskalasi konflik yang berpotensi melibatkan aksi militer dapat mengganggu pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah.

Trump, saat berbicara kepada wartawan di Air Force One, menegaskan bahwa AS "mengawasi Iran dengan ketat." Ia menambahkan, "Kami memiliki banyak kapal yang menuju ke arah sana untuk berjaga-jaga. Kami memiliki armada besar yang menuju ke arah sana dan kita akan lihat apa yang terjadi."

Ketegangan AS-Iran Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Ancaman tersebut, yang juga mencakup desakan agar Iran tidak melanjutkan program nuklirnya, membuat pelaku pasar energi global menjadi tegang. Iran merupakan anggota penting Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Bumi (OPEC) dan produsen minyak utama, dengan kapasitas produksi lebih dari 3 juta barel per hari.

Reaksi pasar terhadap pernyataan Trump sangat cepat. Harga minyak mentah berjangka mengalami kenaikan signifikan pada perdagangan Jumat pagi waktu AS. Minyak mentah Brent untuk pengiriman Maret naik 1,8% menjadi US$ 65,20 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Maret juga naik 1,8% menjadi US$ 60,44 per barel.

Sebelumnya, analis energi dari Fitch Ratings telah memperingatkan bahwa pasar sedang bersiap menghadapi fluktuasi harga yang lebih besar di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik. Mereka berpendapat bahwa serangan militer AS kemungkinan tidak akan berdampak signifikan pada produksi minyak Iran.

"Gangguan signifikan terhadap produksi minyak Iran akan menaikkan harga, meskipun dampaknya masih terbatas mengingat kelebihan pasokan di pasar global," kata analis Fitch Ratings.

CEO Saudi Aramco, Amin Nasser, juga menyatakan keyakinannya bahwa sektor energi global memiliki ketahanan yang cukup untuk mengelola volatilitas yang mungkin timbul. Ia menekankan bahwa pasar saat ini memiliki pasokan yang cukup, sehingga risiko gangguan terhadap pasokan minyak Iran tidak akan terlalu signifikan.

"Jika Anda melihat dekade terakhir dan berapa banyak gangguan yang kita alami, pasar tetap terpasok dengan baik karena sumbernya juga tersebar," tambahnya.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar

ads cianews.co.id banner 1