JAKARTA – Gojek melaporkan angka kecelakaan yang mengakibatkan cedera pada mitra pengemudi ojek dan taksi online di bawah 1% sepanjang tahun ini. Hal ini disampaikan langsung oleh Head of Regions Gojek, Gede Manggala, dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (13/12).
Meskipun angka kecelakaan relatif rendah, Gojek tetap berkomitmen memperkuat inisiatif keamanan. Gede menjelaskan, tiga pilar utama keamanan—edukasi, teknologi, dan proteksi—akan terus dioptimalkan untuk melindungi seluruh ekosistem Gojek.

Lebih dari 70 modul pelatihan telah disediakan untuk para mitra, termasuk materi khusus tentang pencegahan kekerasan seksual. Data survei Koalisi Ruang Publik Aman (KRPA) tahun 2022 menunjukkan tingginya angka pelecehan seksual di ruang publik, mengindikasikan pentingnya edukasi ini. Gojek telah menyelenggarakan pelatihan tatap muka di 17 kota di Indonesia, dengan total 2,5 juta modul edukasi telah diselesaikan oleh para mitra. Gede menekankan bahwa modul-modul ini terus diperbarui, dan materi anti-kekerasan seksual merupakan syarat wajib bagi pengemudi baru sebelum beroperasi.
Dari sisi teknologi, Gojek menerapkan verifikasi wajah mitra dan penyamaran nomor telepon untuk meningkatkan keamanan. Fitur berbagi lokasi perjalanan dan tombol darurat juga tersedia bagi pengguna untuk situasi darurat. Sebagai bentuk proteksi, seluruh perjalanan Gojek telah terlindungi asuransi perjalanan tanpa biaya tambahan bagi pengguna. Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen Gojek dalam menciptakan lingkungan kerja dan layanan yang aman bagi mitra dan pelanggannya.




























