Jakarta, Lahatsatu.com – Kabar baik bagi calon jemaah haji Indonesia! Pemerintah Indonesia telah mendapatkan lampu hijau untuk memanfaatkan Bandara Taif di Arab Saudi sebagai embarkasi dan debarkasi jemaah haji dan umrah. Persetujuan ini menjadi salah satu poin penting yang dibahas dalam pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), beberapa waktu lalu.
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengungkapkan bahwa pembahasan mengenai Bandara Taif ini sejalan dengan rencana pembangunan kampung haji khusus Indonesia di tanah suci. "Berkaitan dengan bandara Taif, ke depan kita bisa menggunakan fasilitas tersebut jika perumahan haji sudah selesai," ujarnya kepada media setelah pertemuan Prabowo dan Pangeran MBS.

Selama ini, Bandara King Abdulaziz International Airport di Jeddah menjadi satu-satunya pintu masuk dan keluar utama bagi jemaah haji Indonesia. Kondisi ini seringkali menyebabkan kepadatan luar biasa, terutama saat musim haji, yang berujung pada antrean panjang dan penundaan penerbangan.
Dengan dibukanya akses ke Bandara Taif, diharapkan perjalanan jemaah haji Indonesia akan menjadi lebih efisien. Bahkan, Menteri Agama Nasaruddin Umar memperkirakan waktu tinggal jemaah haji di tanah suci dapat dipersingkat hingga 10 hari. "Dengan terbukanya Bandara Taif, pemulangan jemaah kita bisa dipercepat dari 40 hari menjadi 30 hari. Ini akan memberikan efektivitas yang signifikan," jelasnya.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi telah menjajaki kemungkinan penggunaan Bandara Taif dengan otoritas Arab Saudi pada awal Juni lalu. Pertemuan dengan Otoritas Bandara Taif International Airport di Mekkah membahas potensi pemanfaatan bandara tersebut untuk jemaah haji dan umrah Indonesia. Langkah ini merupakan upaya pemerintah untuk mendistribusikan arus kedatangan dan memberikan alternatif jalur yang lebih efisien menuju Makkah, sekaligus meningkatkan kenyamanan jemaah.
"Bandara Taif akan menjadi alternatif selain Jeddah dan Madinah untuk mengurangi kepadatan. Jarak dari Bandara Taif ke Makkah juga tidak terlalu jauh, hanya 70 km," kata Dudy.
Sebagai informasi, pada musim haji 2025, Bandara Taif telah digunakan untuk pertama kalinya oleh 44 jemaah haji khusus asal Indonesia yang tiba pada 28 Mei lalu.




