Jakarta, Lahatsatu.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencetak rekor tertinggi di tahun 2025 dengan ditutup pada level 7.543,50 pada hari Jumat (25/7). Para analis memprediksi bahwa tren positif ini masih akan berlanjut pada pembukaan perdagangan pekan depan, Senin (28/7).
Analis dari Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak sideways dengan kecenderungan menguat, berada dalam rentang 7.450-7.650. Namun, pergerakan IHSG juga akan dipengaruhi oleh sentimen global, seperti negosiasi dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China di Stockholm pada 28-29 Juli, kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Skotlandia pada 25-29 Juli, dan pertemuan The Fed pada 29-30 Juli.

Kunjungan Trump ke Skotlandia berpotensi membuka peluang negosiasi lanjutan antara AS dan Inggris terkait tarif impor baja dan aluminium. Secara teknikal, indikator Stochastic RSI menunjukkan sinyal positif, sementara MACD mengindikasikan minat beli yang masih kuat.
Phintraco Sekuritas merekomendasikan beberapa saham yang layak diperhatikan oleh investor, terutama dari sektor properti seperti PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), serta saham-saham lainnya seperti PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), dan PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN).
Sementara itu, pengamat pasar modal dari Panin Sekuritas, Reydi Octa, menilai bahwa ruang penguatan IHSG pekan depan akan terbatas. Ketidakpastian global, terutama terkait kebijakan The Fed dan negosiasi dagang AS-Tiongkok, masih akan membayangi pergerakan IHSG.
Reydi menyarankan investor ritel untuk tidak terlalu agresif dalam melakukan pembelian dan lebih fokus pada saham-saham berfundamental kuat di sektor perbankan yang harganya dinilai semakin menarik dengan kinerja yang stabil. Investor juga disarankan untuk menantikan laporan keuangan kuartal II dari sektor perbankan.
"Dalam kondisi global yang tidak pasti, strategi akumulasi bertahap jauh lebih baik daripada mengejar harga tinggi," pungkas Reydi.
Sebagai informasi tambahan, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat kapitalisasi pasar pada penutupan pekan ini mencapai rekor tertinggi sebesar Rp 13.519 triliun. Rata-rata volume dan frekuensi transaksi harian juga mengalami peningkatan, meskipun rata-rata nilai transaksi harian mengalami penurunan. Meskipun demikian, net foreign sell IHSG nyaris menembus Rp 60 triliun sepanjang tahun 2025.




