Harga Emas Dunia Terancam Terus Merosot

lahatsatu.com – Pasar logam mulia global tengah menghadapi tekanan hebat yang diprediksi akan berlanjut hingga pekan depan. Harga emas dunia yang sebelumnya sempat melambung tinggi,

Agus sujarwo

Harga Emas Dunia Terancam Terus Merosot

lahatsatu.com – Pasar logam mulia global tengah menghadapi tekanan hebat yang diprediksi akan berlanjut hingga pekan depan. Harga emas dunia yang sebelumnya sempat melambung tinggi, kini justru menunjukkan tren pelemahan yang signifikan. Kondisi ini dipicu oleh kombinasi kompleks antara lonjakan harga energi yang mengancam stabilitas inflasi serta meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan data perdagangan terbaru, harga emas spot mengalami penurunan hingga menyentuh level terendah dalam tiga bulan terakhir. Penurunan ini cukup drastis, di mana harga emas sempat jatuh di bawah ambang psikologis US$ 4.000 per ons untuk pertama kalinya sejak pertengahan Juli lalu. Bahkan, dalam sesi perdagangan tertentu, harga sempat merosot hingga ke level US$ 3.975,23 per ons. Secara keseluruhan, sepanjang pekan ini, harga emas spot tercatat telah terkoreksi sekitar 4 persen.

Harga Emas Dunia Terancam Terus Merosot
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Penyebab utama dari guncangan ini adalah kekhawatiran akan inflasi yang kembali memanas. Kenaikan harga minyak mentah Brent, yang mencapai level tertinggi dalam lima bulan akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah, telah memicu alarm waspada bagi para pelaku pasar. Gangguan pasokan energi yang berpotensi terjadi membuat bank sentral, khususnya Federal Reserve (The Fed), kemungkinan besar tidak akan mengambil langkah pelonggaran kebijakan moneter dalam waktu dekat.

Analis pasar dari American Gold Exchange, Jim Wyckoff, menjelaskan bahwa situasi ini sangat merugikan bagi pemegang aset emas dan perak. Menurutnya, ketidakpastian inflasi membuat bank sentral dunia harus tetap waspada, yang pada akhirnya menekan minat investor terhadap logam mulia. Selain itu, fenomena margin call di pasar saham turut memperburuk keadaan. Ketika saham-saham teknologi, terutama yang berbasis kecerdasan buatan (AI), mengalami aksi jual besar-besaran, banyak investor terpaksa menjual aset emas mereka untuk menutupi kewajiban atau kerugian di pasar saham.

Menatap pekan depan, perhatian dunia tertuju pada pertemuan Federal Reserve yang dijadwalkan pada 27-28 Oktober. Meskipun pasar memperkirakan suku bunga akan tetap stabil pada pertemuan tersebut, data inflasi yang melampaui ekspektasi memberikan sinyal bahwa kebijakan moneter yang lebih ketat mungkin akan diterapkan hingga akhir tahun. Berdasarkan alat pantau CME FedWatch Tool, probabilitas kenaikan suku bunga pada bulan Desember bahkan mencapai angka yang cukup tinggi, yakni 78 persen.

Di tengah badai penurunan ini, terdapat sedikit angin segar dari pasar Asia. Di India, permintaan emas fisik justru meningkat karena harga yang sedang turun bertepatan dengan perayaan festival Dussehra. Sementara itu, permintaan di China terpantau masih relatif stabil. Namun, tren penurunan ini tidak hanya menimpa emas. Logam mulia lainnya seperti perak, paladium, dan platinum juga ikut terseret dalam arus pelemahan harga yang serupa.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar