lahatsatu.com – Letusan dahsyat Gunung Anak Krakatau telah memicu kekacauan signifikan pada sektor penerbangan nasional. Sebanyak 2.961 jadwal penerbangan terpaksa dibatalkan, mengakibatkan sekitar 341.000 calon penumpang harus menunda atau membatalkan perjalanan mereka. Situasi ini menimbulkan kerugian besar dan ketidakpastian bagi banyak pihak.
Dalam konferensi pers yang digelar di Posko Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (7/9/2026), Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) didampingi Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan informasi terkini mengenai dampak bencana alam ini. AHY menjelaskan bahwa pembatalan penerbangan secara massal tersebut memberikan dampak langsung yang sangat besar terhadap ratusan ribu masyarakat yang telah memegang tiket keberangkatan.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengungkapkan bahwa timnya telah melakukan empat kali serangkaian uji sampel abu vulkanik di area Bandara Soekarno-Hatta. Meskipun hasil dari seluruh pengujian tersebut menunjukkan negatif, Bandara Soekarno-Hatta belum dapat dibuka kembali untuk operasional penerbangan.
Pemerintah menegaskan kehati-hatian dalam mengambil keputusan, dengan prioritas utama memastikan tidak ada jejak sebaran abu vulkanik yang membahayakan keselamatan penerbangan. Langkah ini diambil untuk menjamin keamanan maksimal bagi seluruh penumpang dan kru pesawat, mengingat potensi bahaya abu vulkanik terhadap mesin pesawat. Tim terkait terus memantau kondisi terkini dan akan memberikan informasi lebih lanjut seiring perkembangan situasi di lapangan.




