Jakarta – Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat, kinerja ekspor dari tiga provinsi di Sumatera, yaitu Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar), sempat mengalami guncangan akibat bencana banjir dan longsor yang menerjang pada November 2025 lalu.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengungkapkan, ekspor Aceh sepanjang 2025 mencapai US$ 649,22 juta. Angka ini lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai US$ 697,32 juta.

"Terjadi penurunan kinerja ekspor sebesar 6,90% jika dibandingkan dengan tahun 2024," ujarnya dalam konferensi pers mengenai rehabilitasi pascabencana Sumatera di Kantor Kemendagri, Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Meskipun demikian, Budi yang akrab disapa Busan ini menjelaskan bahwa pascabencana, ekspor Aceh menunjukkan resiliensi yang baik. Hal ini tercermin dari nilai ekspor bulan November 2025 yang mencapai US$ 58,2 juta, tumbuh 20,16% dibandingkan Oktober 2025. Pada Desember 2025, ekspor Aceh kembali naik 2,42% menjadi US$ 59,69 juta.
"Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun bencana alam berdampak pada distribusi dan logistik, ekspor Aceh secara agregat mampu pulih dengan relatif cepat," jelasnya.
Sementara itu, ekspor Sumbar justru mencatatkan pertumbuhan yang signifikan, dari US$ 2,18 miliar pada 2024 menjadi US$ 2,78 miliar pada 2025, atau tumbuh 27,64%. Namun, secara bulanan, ekspor Sumbar pada November 2025 mengalami penurunan tajam akibat dampak bencana.
"Dibandingkan Oktober, ekspor November turun cukup tajam, yaitu minus 52,56%. Namun, terjadi pemulihan yang cepat pada Desember 2025, meningkat menjadi 174,15%," kata Busan.
Ia menambahkan, bencana alam menjadi faktor utama yang memperdalam pelemahan ekspor Sumbar pada November 2025. Meskipun demikian, secara keseluruhan, ekspor Sumbar tetap terjaga dengan surplus 27,64% secara tahunan.
Untuk Sumut, ekspor juga mengalami pertumbuhan tahunan, dari US$ 10,66 miliar pada 2024 menjadi US$ 12,56 miliar pada 2025, naik 17,84%. Namun, nilai ekspor Sumut pascabencana juga mengalami penurunan tajam.
"Pada November, Sumut mencatatkan nilai ekspor US$ 0,88 miliar. Angka tersebut turun atau minus 25,89% dibandingkan Oktober 2025," terangnya.
"Penurunan tajam pada November 2025 berkorelasi dengan bencana alam yang melanda Sumatera pada akhir November, berdampak pada kelancaran logistik, distribusi, dan aktivitas produksi," imbuh Busan.
Untungnya, ekspor Sumut langsung mengalami perbaikan sebesar 18,89% pada bulan berikutnya, mencapai US$ 1,05 miliar.
"Namun demikian, secara keseluruhan, ekspor Sumut pada 2025 meningkat 17,84% dibandingkan 2024," tegasnya.




