Bitcoin Tembus 80 Ribu Dolar AS

lahatsatu.com – Pasar kripto global kembali bergairah setelah aset digital terbesar di dunia, Bitcoin, berhasil mencatatkan lonjakan harga yang signifikan. Setelah sempat mengalami tekanan hebat

Agus sujarwo

Bitcoin Tembus 80 Ribu Dolar AS

lahatsatu.com – Pasar kripto global kembali bergairah setelah aset digital terbesar di dunia, Bitcoin, berhasil mencatatkan lonjakan harga yang signifikan. Setelah sempat mengalami tekanan hebat pada penghujung Oktober lalu, harga Bitcoin kini sukses meroket hingga menembus angka US$ 80.000. Berdasarkan pantauan data terbaru dari CoinMarketCap, Bitcoin saat ini diperdagangkan di rentang harga US$ 80.500 hingga US$ 80.700, yang berarti telah mengalami kenaikan lebih dari 6 persen hanya dalam kurun waktu 24 jam terakhir.

Fenomena kenaikan harga ini dinilai sebagai sinyal bangkitnya kepercayaan para pelaku pasar setelah melewati periode ketidakpastian yang cukup panjang. Chief Marketing Officer INDODAX, Aloysia Dian, mengungkapkan bahwa pergerakan positif ini merupakan indikasi awal dari pemulihan sentimen pasar. Menurutnya, pasar mulai merespons lebih baik terhadap kejelasan situasi global yang sedang berkembang.

Bitcoin Tembus 80 Ribu Dolar AS
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Kami melihat adanya momentum pemulihan yang nyata. Namun, perlu diingat bahwa kenaikan dalam satu atau dua hari saja belum cukup kuat untuk menjamin arah pasar dalam jangka panjang. Investor sangat disarankan untuk tetap memantau kondisi likuiditas serta perkembangan data ekonomi dunia secara saksama," ujar Aloysia dalam keterangannya pada Kamis (5/11/2026).

Salah satu faktor utama yang memicu volatilitas dan pergerakan harga ini adalah dinamika politik di Amerika Serikat. Para pelaku pasar global tengah mencermati hasil pemilihan umum jangka menengah (midterm election) di AS. Kemenangan Partai Demokrat dalam ajang tersebut menjadi sorotan utama, karena komposisi politik baru akan sangat menentukan arah kebijakan ekonomi serta regulasi di masa depan. Perubahan kebijakan ini dianggap krusial dalam menentukan bagaimana tekanan inflasi dan kebijakan suku bunga akan dikelola, yang pada akhirnya berdampak pada minat investor terhadap aset berisiko seperti Bitcoin.

Selain faktor politik, aspek regulasi juga menjadi perhatian serius. Saat ini, dunia kripto tengah menanti kepastian hukum terkait pembahasan CLARITY Act serta usulan mengenai perluasan wewenang pengawasan oleh Securities and Exchange Commission (SEC). Fokus utamanya adalah memperkuat perlindungan bagi investor kripto di seluruh dunia. Di sisi lain, data ketenagakerjaan dari Amerika Serikat juga menjadi variabel penting yang dapat memengaruhi ekspektasi kebijakan suku bunga The Fed, yang secara langsung akan memengaruhi aliran dana ke pasar aset digital.

Sementara itu, di pasar domestik Indonesia, antusiasme masyarakat terhadap ekosistem kripto menunjukkan tren yang sangat positif. Mengutip data terbaru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah investor kripto di tanah air telah menyentuh angka 23,48 juta orang pada September 2026, atau tumbuh sekitar 1,16 persen. Lonjakan ini juga diikuti dengan nilai transaksi yang fantastis, yakni mencapai Rp 30,56 triliun pada bulan yang sama, meningkat tajam sebesar 31,95 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Menanggapi pertumbuhan pesat ini, Aloysia mengingatkan agar masyarakat tidak terjebak dalam fenomena FOMO atau rasa takut ketinggalan tren. Ia menekankan pentingnya literasi keuangan agar investor dapat mengambil keputusan secara rasional dan terukur. "Momentum pemulihan harga ini seharusnya dijadikan kesempatan untuk mengevaluasi strategi investasi, bukan sekadar ikut-ikutan. Investor wajib melakukan riset mandiri, memahami karakteristik aset, dan mengatur alokasi modal sesuai dengan profil risiko masing-masing," pungkasnya.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar