Ambisi Besar Indonesia Kejar Target Ekonomi 6 Persen

lahatsatu.com – Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan langkah strategis besar-besaran guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional. Target ambisius telah ditetapkan, yakni mencapai angka pertumbuhan sebesar 6 persen

Agus sujarwo

Ambisi Besar Indonesia Kejar Target Ekonomi 6 Persen

lahatsatu.com – Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan langkah strategis besar-besaran guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional. Target ambisius telah ditetapkan, yakni mencapai angka pertumbuhan sebesar 6 persen pada tahun 2027 mendatang. Untuk mewujudkan visi tersebut, pemerintah memproyeksikan kebutuhan investasi nasional yang sangat fantastis, yakni berkisar antara Rp 2.218 triliun hingga Rp 2.258 triliun, dengan laju pertumbuhan investasi di angka 8-9 persen.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, menjelaskan bahwa transformasi ekonomi nasional akan difokuskan pada beberapa sektor kunci. Fokus utama tersebut meliputi transisi menuju ekonomi hijau, pengembangan ekonomi biru, serta penguatan ketahanan pangan, energi, dan ketersediaan air. Menurutnya, sinergi antara ketersediaan energi bersih yang terjangkau dengan percepatan infrastruktur digital akan menjadi mesin penggerak utama (twin engine) bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Ambisi Besar Indonesia Kejar Target Ekonomi 6 Persen
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Pemerintah berkomitmen untuk mengorkestrasikan transisi energi dan pembangunan digital sebagai motor penggerak ekonomi. Sinergi ini menjadi kunci utama dalam menciptakan iklim investasi yang kompetitif di kancah global, sekaligus mempercepat pencapaian target pertumbuhan jangka panjang kita," ujar Haryo dalam keterangan resminya.

Salah satu pilar utama dalam rencana besar ini adalah keandalan energi hijau. Hal ini menjadi syarat mutlak mengingat kebutuhan listrik nasional diproyeksikan akan melonjak hingga mencapai 700-700 TWh pada tahun 2030. Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah berencana meningkatkan kapasitas pembangkit listrik hingga 100 GW peak yang berbasis pada energi terbarukan. Untuk mendukung hal tersebut, pembangunan jaringan transmisi sepanjang 47.758 kilometer-sirkuit akan segera dipercepat guna menjamin pasokan listrik yang stabil bagi sektor industri dan pusat data (data center).

Selain fokus pada industri, pemerintah juga berkomitmen pada pemerataan energi melalui program Listrik Desa. Program ini telah menjangkau 1.505 lokasi pada tahun 2025 dan ditargetkan meluas hingga 4.390 lokasi pada tahun 2026. Dengan langkah ini, rasio elektrifikasi diharapkan dapat melampaui angka 99 persen, yang secara otomatis akan meningkatkan indeks ketahanan energi nasional ke angka 7,13.

Potensi ekonomi hijau Indonesia juga didukung oleh kekayaan sumber daya mineral yang melimpah, seperti nikel, timah, bauksit, tembaga, emas, hingga batu bara. Melalui program hilirisasi berbasis energi bersih, Indonesia berpeluang mendapatkan nilai tambah yang luar biasa. Sebagai contoh, pengembangan ekosistem kendaraan listrik diprediksi mampu memberikan nilai tambah hingga 67 kali lipat, mengingat permintaan global untuk sektor ini diperkirakan mencapai US$ 5,91 triliun pada tahun 2045.

Kekayaan mineral kritis ini, termasuk potensi pasir silika untuk bahan baku panel surya, telah menempatkan Indonesia pada posisi tawar yang sangat strategis dalam rantai pasok global. Hal ini terbukti dengan meningkatnya minat kemitraan dari negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Kanada untuk berkolaborasi dalam pengembangan teknologi transisi energi di tanah air.

Guna mendukung skema besar ini, pemerintah juga mendorong pemanfaatan berbagai instrumen pembiayaan inovatif, seperti green bonds, blended finance, serta skema internasional seperti Just Energy Transition Partnership (JETP) dan Asia Zero Emission Community (AZEC). Tak hanya soal modal, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui program vokasi dan magang lulusan perguruan tinggi juga terus digalakkan agar tenaga kerja lokal siap menyambut kebutuhan industri hijau di masa depan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar