Wamenkeu Hadiri Rapat Dewan Gubernur BI, Sinyal Koordinasi Kebijakan Semakin Erat

Jakarta, Lahatsatu.com – Momen langka terjadi dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) bulan November ini. Untuk pertama kalinya, perwakilan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu)

Agus sujarwo

Wamenkeu Hadiri Rapat Dewan Gubernur BI, Sinyal Koordinasi Kebijakan Semakin Erat

Jakarta, Lahatsatu.com – Momen langka terjadi dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) bulan November ini. Untuk pertama kalinya, perwakilan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) turut hadir dalam forum penting tersebut. Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiwandono hadir mewakili Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan bahwa kehadiran perwakilan pemerintah ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara kebijakan moneter BI dan kebijakan fiskal pemerintah. Langkah ini diharapkan dapat menjaga stabilitas makro ekonomi serta mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.

Wamenkeu Hadiri Rapat Dewan Gubernur BI, Sinyal Koordinasi Kebijakan Semakin Erat
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Sesuai dengan Undang-Undang BI, Dewan Gubernur memandang perlu mengundang Menteri Keuangan untuk hadir dalam setiap RDG bulanan," ujar Perry dalam konferensi pers virtual, Rabu (19/11/2025).

Perry menambahkan, kehadiran Wamenkeu memberikan banyak informasi berharga dalam mempererat koordinasi fiskal dan moneter. Kebijakan fiskal pemerintah dan kebijakan moneter BI akan disinergikan untuk bersama-sama menjaga stabilitas makro ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama di tengah ketidakpastian global.

Koordinasi kebijakan moneter dan fiskal ini menjadi semakin krusial mengingat perkembangan ekonomi terkini yang diwarnai ketidakpastian global. Menjaga stabilitas makro ekonomi dan sistem keuangan menjadi prioritas utama.

Dalam RDG tersebut, Wamenkeu menyampaikan perkembangan terkini mengenai kondisi pengeluaran fiskal pemerintah yang meningkat pada kuartal IV-2025. Peningkatan ini didorong oleh belanja kementerian/lembaga (K/L) dan program sosial.

"Dengan ekspansi fiskal ini, sinergitas dengan kebijakan moneter semakin bagus dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi," kata Perry.

Selain itu, Wamenkeu juga mengungkapkan rencana penerbitan Surat Berharga Negara (SBN), baik di dalam maupun luar negeri. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas makro ekonomi, stabilitas sistem keuangan, dan nilai tukar rupiah.

"Sinergi dengan rencana penerbitan SBN di dalam maupun luar negeri ini akan semakin memperkuat operasi moneter oleh BI," pungkas Perry.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar

ads cianews.co.id banner 1