Jakarta – PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) akan melakukan divestasi dua lini bisnisnya, yaitu es krim dan Teh Sariwangi, pada tahun 2025. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya restrukturisasi portofolio bisnis perusahaan untuk memperkuat fondasi dan daya saing.
Presiden Direktur Unilever Indonesia, Benjie Yap, menjelaskan bahwa keputusan divestasi ini juga bertujuan untuk mengefisienkan biaya operasional, termasuk biaya tenaga kerja. "Dengan divestasi bisnis es krim dan teh, serta restrukturisasi biaya secara agresif, kami yakin dapat meningkatkan efisiensi dan fokus pada bisnis inti," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Kamis (12/2/2026).

Sepanjang kuartal IV-2025, Unilever mencatatkan pertumbuhan kinerja yang menggembirakan, didorong oleh peningkatan volume penjualan di seluruh unit bisnis sebesar 17,5% atau setara dengan Rp 7,9 triliun. Secara keseluruhan, penjualan bersih perusahaan pada tahun 2025 mencapai Rp 31,9 triliun.
Penjualan domestik tercatat sebesar Rp 31 triliun, meningkat 3,83% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, penjualan bersih ekspor mencapai Rp 942,1 miliar, naik 16,48% dari Rp 808,8 miliar.
Laporan keuangan Unilever menunjukkan penurunan beban karyawan menjadi Rp 1,78 triliun dari Rp 2,17 triliun. Jumlah karyawan juga menyusut menjadi 3.299 per 31 Desember 2025 dari 4.266 pada periode yang sama tahun sebelumnya.
"Kami mencapai pertumbuhan yang didorong oleh volume di semua unit bisnis pada kuartal keempat, memberikan keyakinan pada arah pemulihan pendapatan kami," jelas Benjie Yap.
Divestasi bisnis es krim telah rampung pada tahun 2025, sementara divestasi Teh Sariwangi ditargetkan selesai pada awal kuartal tahun ini. Langkah ini turut berkontribusi pada pertumbuhan laba bersih Unilever.
Sepanjang tahun 2025, Unilever mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 126% menjadi Rp 7,6 triliun dari Rp 3,3 triliun pada tahun 2024. Laba dari operasi yang dilanjutkan, tidak termasuk investasi bisnis es krim dan Teh Sariwangi, tercatat sebesar Rp 3,5 triliun.
Unilever telah melepas unit bisnis es krim ke PT The Magnum Ice Cream Indonesia melalui perjanjian pengalihan bisnis pada 22 November 2024 dengan nilai transaksi sebesar Rp 7 triliun. Sementara itu, bisnis Teh Sariwangi dilepas ke PT Savoria Kreasi Rasa, entitas usaha milik Grup Djarum, melalui perjanjian pengalihan bisnis pada 6 Januari 2026 dengan nilai transaksi Rp 1,5 triliun dan nilai pasar Rp 1,48 triliun.




