Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) merespons keras teguran Presiden Prabowo Subianto terkait peringatan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang sempat mengguncang Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pjs Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menyatakan komitmennya untuk meningkatkan transparansi dan integritas pasar modal Indonesia secepatnya.
"Tentu ini menjadi peringatan bagi kami untuk lebih cepat lagi melakukan hal-hal yang kami sampaikan, meningkatkan transparansi dan integritas pasar. Ini akan kami lakukan dalam waktu secepat mungkin," ujar Jeffrey dalam acara Economic Outlook 2026 di Jakarta, Kamis (12/2/2026).

Sebelumnya, Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan Hidup, Hashim Djojohadikusumo, mengungkapkan bahwa kemarahan Prabowo dipicu oleh potensi tercorengnya kehormatan negara akibat peringatan MSCI. Bahkan, Hashim menyebutkan adanya permintaan pengunduran diri sejumlah pejabat di otoritas pasar modal akibat masalah transparansi ini.
"Presiden Prabowo sangat marah. Beliau marah dengan apa yang terjadi minggu lalu, terutama dengan kehormatan negara kita yang dipertaruhkan," tegas Hashim dalam acara ASEAN Climate Forum di BEI, Rabu (11/2/2026).
Anjloknya IHSG juga dinilai merugikan investor ritel, sehingga reputasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI turut dipertaruhkan. Lahatsatu mencatat, BEI berjanji akan segera mengambil langkah-langkah konkret untuk membenahi pasar modal dan memulihkan kepercayaan investor.




