Bahlil Lahadalia Sindir Menteri yang Ragu Target Lifting Minyak Nasional

Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memberikan tanggapan atas keraguan sejumlah pihak, termasuk seorang anggota DPR dan seorang menteri, terkait

Agus sujarwo

Bahlil Lahadalia Sindir Menteri yang Ragu Target Lifting Minyak Nasional

Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memberikan tanggapan atas keraguan sejumlah pihak, termasuk seorang anggota DPR dan seorang menteri, terkait target lifting minyak nasional sebesar 605 ribu barel per hari (BOPD) pada tahun 2025. Sindiran tersebut disampaikan Bahlil dalam sebuah kuliah umum di Jakarta, Kamis (12/6/2024).

"Kok ada salah satu anggota DPR dan salah satu menteri yang mengatakan bahwa bagaimana mungkin lifting naik sementara sumur besar belum ada. Eh ini terlalu banyak baca buku nih," ujar Bahlil.

Bahlil Lahadalia Sindir Menteri yang Ragu Target Lifting Minyak Nasional
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Bahlil menjelaskan bahwa target lifting tersebut bukan hanya didasarkan pada penemuan sumur baru, melainkan juga melalui optimalisasi sumur-sumur yang sudah ada, termasuk sumur-sumur tua. Saat ini, dari sekitar 40.000 sumur minyak di Indonesia, hanya sekitar 17.000 yang berproduksi.

Untuk mencapai target, Kementerian ESDM akan menerapkan sejumlah strategi, antara lain:

  • Optimalisasi Teknologi EOR (Enhanced Oil Recovery): Menerapkan teknologi EOR untuk meningkatkan produksi dari sumur-sumur tua.
  • Pengelolaan Sumur Idle: Mengelola sumur-sumur yang tidak aktif (idle well) melalui kerjasama dengan pihak lain.
  • Percepatan Perizinan Sumur Masyarakat: Mempercepat proses perizinan puluhan ribu sumur minyak milik masyarakat agar dapat berkontribusi pada lifting nasional.
  • Dorongan Produksi KKKS: Mendorong Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk segera melakukan konstruksi dan produksi setelah Plan of Development (POD) disetujui. Bahlil bahkan mengancam akan mencabut izin produksi jika KKKS tidak segera merealisasikan POD.

Bahlil mencontohkan kasus Inpex dan Exxon, di mana setelah dilakukan komunikasi intensif, produksi Exxon meningkat signifikan dari 140 ribu barel per hari pada tahun 2024.

Sebelumnya, anggota Komisi VII DPR RI, Cornelis, mempertanyakan perbedaan data antara SKK Migas dan Menteri Keuangan terkait lifting minyak. Cornelis mengaku bingung dengan pernyataan Menteri Keuangan yang menyebut lifting migas hanya bisa naik jika ada penambahan sumur baru. Ia bahkan menilai Bahlil hanya bermain kata-kata.

Menanggapi hal tersebut, Bahlil menegaskan bahwa pihaknya terus berkomunikasi dengan KKKS untuk meningkatkan produksi dan tidak menyembunyikan cadangan minyak. Ia juga menjanjikan akan memberikan nilai kerja baru bagi KKKS yang berhasil meningkatkan produksi.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar

ads cianews.co.id banner 1