Jakarta – Wakil Menteri Koperasi dan UKM, Helvi Moriza, menegaskan transformasi digital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kunci bagi UMKM Indonesia untuk naik kelas dan berkontribusi lebih besar pada perekonomian nasional. Hal ini disampaikannya dalam acara "Menatap Masa Depan: Transformasi dan Peluang UMKM Indonesia" di Jakarta, Kamis (12/12).
UMKM, yang menyumbang 61% PDB dan menyerap 97% tenaga kerja Indonesia, harus memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan daya saing. "Digitalisasi adalah jalan percepat UMKM naik kelas, dari mikro ke kecil, dan dari kecil ke menengah," tegas Helvi.

Pemerintah, melalui Kementerian Koperasi dan UKM, gencar mendorong digitalisasi UMKM sebagai bagian dari strategi hilirisasi. Namun, Helvi mengakui adanya tantangan, seperti kualitas produk yang tidak konsisten, kurangnya disiplin dalam memenuhi janji konsumen, dan minimnya inovasi.
Untuk mengatasi hal tersebut, diluncurkan program SAPA UMKM (Sistem Analisa Pengelolaan Anggota UMKM). Platform ini mengintegrasikan data UMKM, mencakup pelatihan, kemitraan, dan pembiayaan, dalam satu portal. SAPA UMKM diharapkan menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan pelaku usaha.
Helvi optimis, dengan kerja sama yang kuat, UMKM Indonesia dapat berkembang pesat. "Transformasi digital adalah jalan menuju visi Indonesia Emas 2045," pungkasnya.




























