Jakarta, Lahatsatu.com – U.S. Steel, ikon industri baja Amerika Serikat, semakin dekat untuk bergabung dengan raksasa baja asal Jepang, Nippon Steel. Kesepakatan akuisisi senilai US$ 14,9 miliar atau sekitar Rp 242 triliun ini sebelumnya sempat terhambat, namun kini tampaknya mendapatkan lampu hijau.
U.S. Steel, yang berbasis di Pittsburgh, Pennsylvania, telah menjadi bagian penting dari lanskap industri Amerika sejak didirikan pada tahun 1901. Perusahaan ini memasok berbagai produk baja untuk sektor otomotif, konstruksi, peralatan rumah tangga, hingga energi. Mereka dikenal dengan produk baja bernilai tambah tinggi seperti baja berkekuatan tinggi canggih XG3®.

Menurut situs resmi perusahaan, U.S. Steel mencatatkan pendapatan US$ 15,6 miliar dengan laba bersih US$ 384 juta di bawah kepemimpinan CEO David B. Burritt. Meskipun angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, U.S. Steel tetap menjadi pemain utama dalam industri baja global.
Selain beroperasi di AS, U.S. Steel juga memiliki fasilitas produksi di negara lain seperti Slovakia dan Hungaria. Produk mereka meliputi slab, strip mill plate, lembaran, produk tin mill, serta berbagai produk bijih besi dan pig iron.
Sementara itu, Nippon Steel adalah perusahaan baja terbesar di Jepang dan salah satu yang terbesar di dunia. Didirikan pada tahun 2012 melalui merger antara Nippon Steel dan Sumitomo Metal Industries, Nippon Steel memproduksi berbagai produk baja, mulai dari baja mentah hingga pelat dan batang pipa. Mereka juga aktif di sektor kimia.
Nippon Steel memiliki jaringan bisnis yang luas di 15 negara di Asia, Timur Tengah, Amerika Utara dan Selatan, hingga Eropa. Selain manufaktur baja, Nippon Steel Group juga bergerak di bidang rekayasa dan konstruksi, bahan kimia dan material, serta solusi sistem.




























