Trump Minta Ukraina Ganti Presiden

lahatsatu.com – Ketegangan diplomatik antara Amerika Serikat dan Ukraina semakin memuncak menyusul perbedaan pandangan yang tajam mengenai strategi penyelesaian konflik Rusia-Ukraina. Presiden Amerika Serikat, Donald

Agus sujarwo

Trump Minta Ukraina Ganti Presiden

lahatsatu.com – Ketegangan diplomatik antara Amerika Serikat dan Ukraina semakin memuncak menyusul perbedaan pandangan yang tajam mengenai strategi penyelesaian konflik Rusia-Ukraina. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara mengejutkan melontarkan kritik keras terhadap Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy. Trump bahkan melayangkan pernyataan kontroversial yang meminta Ukraina untuk segera melakukan pergantian kepemimpinan guna memperbaiki hubungan bilateral kedua negara.

Pernyataan tajam Trump ini dipicu oleh langkah Zelenskiy yang mengkritik keras kesepakatan pasokan bahan bakar minyak (BBM) yang baru saja disepakati oleh Trump dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin. Dalam kesepakatan tersebut, Trump memutuskan untuk mencabut sementara sanksi terhadap produk diesel Rusia. Sebagai imbalannya, Putin berkomitmen untuk memasok ratusan ribu metrik ton diesel ke pasar global, termasuk untuk memenuhi kebutuhan di Amerika Serikat.

Trump Minta Ukraina Ganti Presiden
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Berbicara di Gedung Putih, Trump menyatakan bahwa langkah Zelenskiy dianggap dapat merugikan stabilitas ekonomi global, khususnya bagi sektor pertanian. "Saya rasa sudah saatnya Ukraina memiliki presiden baru," tegas Trump kepada awak media, sebagaimana dikutip dari Reuters. Ia menambahkan bahwa tindakan Zelenskiy yang terus menyerang kilang-kilang minyak Rusia justru akan menyulitkan para petani dan peternak di Amerika Serikat yang sangat bergantung pada pasokan diesel global.

Di sisi lain, Zelenskiy merasa kebijakan Trump yang melonggarkan sanksi justru memberikan angin segar bagi Rusia untuk terus melanjutkan agresi militernya. Menurut Zelenskiy, kesepakatan tersebut membuat Rusia merasa di atas angin dan semakin berani melakukan serangan. Ia mendesak Amerika Serikat untuk tetap memberikan tekanan maksimal kepada Moskow agar Rusia bersedia duduk di meja negosiasi secara serius demi mengakhiri perang yang telah berkecamuk selama 4,5 tahun ini.

Kekhawatiran Zelenskiy terbukti nyata di lapangan. Tak lama setelah pengumuman kesepakatan diesel tersebut, Rusia justru meluncurkan serangan udara besar-besaran ke kota Zaporizhzhia. Serangan yang menggunakan bom luncur tersebut dilaporkan menewaskan 20 orang, termasuk tiga anak-anak. Zelenskiy menegaskan bahwa serangan ini adalah bukti nyata bahwa Rusia menganggap pelonggaran sanksi sebagai sinyal bahwa mereka bisa terus berperang tanpa konsekuensi berarti.

Kebijakan Trump ini pun tidak lepas dari sorotan di dalam negeri Amerika Serikat sendiri. Bahkan, rekan dari partai yang sama, Don Bacon, turut mengkritik langkah tersebut. Bacon berpendapat bahwa seharusnya AS memperketat sanksi untuk menekan Rusia, bukan justru mencabutnya. Sementara itu, para analis ekonomi memperingatkan bahwa kesepakatan pasokan diesel ini mungkin tidak akan berdampak signifikan pada penurunan harga BBM secara berkelanjutan, mengingat volume pasokan yang dijanjikan Rusia masih jauh di bawah kebutuhan pasar global.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar