Strategi Danantara Amankan Pasar Modal

lahatsatu.com – Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara atau yang lebih dikenal sebagai Danantara, telah menyiapkan langkah strategis untuk menjaga stabilitas pasar modal Indonesia.

Agus sujarwo

Strategi Danantara Amankan Pasar Modal

lahatsatu.com – Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara atau yang lebih dikenal sebagai Danantara, telah menyiapkan langkah strategis untuk menjaga stabilitas pasar modal Indonesia. Lembaga pengelola investasi raksasa ini berkomitmen untuk turun tangan apabila pasar saham domestik mengalami tekanan hebat akibat sentimen eksternal yang tidak menentu.

Dalam upaya memperkuat bantalan ekonomi, Danantara telah menyiapkan dana cadangan sebesar US$ 1 miliar atau setara dengan Rp 17,89 triliun. Dana jumbo ini diproyeksikan untuk digunakan dalam investasi di pasar modal domestik hingga akhir tahun 2026. Langkah ini dinilai sebagai sentimen positif bagi investor, terutama di tengah bayang-bayang risiko pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Strategi Danantara Amankan Pasar Modal
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Ketidakpastian pasar saat ini dipicu oleh potensi penurunan klasifikasi pasar modal Indonesia oleh MSCI. Jika MSCI memutuskan untuk menurunkan status Indonesia dari emerging market menjadi frontier market pada bulan depan, IHSG diprediksi akan menghadapi tekanan jual yang cukup signifikan.

Kepala Investasi Publik Danantara Investment Management, Rani Piputri, menjelaskan bahwa kehadiran Danantara di pasar bertujuan untuk menangkap peluang saat harga aset sedang terdiskon. Menurutnya, jika terjadi krisis yang hanya disebabkan oleh sentimen eksternal yang bersifat sementara, Danantara tidak akan ragu untuk melakukan intervensi.

"Kami mungkin akan turun tangan jika melihat adanya nilai yang menarik. Tujuan utama kami bukan sekadar menstabilkan pasar, melainkan mencari nilai investasi yang bagus saat orang lain sedang tidak menyukainya. Ketika pasar kembali pulih dan menyukai aset tersebut, kami bisa melakukan aksi jual," ungkap Rani dalam sebuah keterangan yang dikutip dari Reuters.

Meski memiliki dana besar, Danantara tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Rani menegaskan bahwa setiap keputusan pembelian saham, terutama pada sektor yang sedang tren seperti kecerdasan buatan (AI), harus melalui proses uji tuntas (due diligence) yang sangat ketat. Terkait sektor AI, Danantara memilih untuk tidak gegabah masuk ke dalamnya guna menghindari risiko "gelembung" investasi.

Saat ini, Danantara memegang mandat besar untuk mengelola aset negara yang mencapai US$ 900 miliar, yang tersebar di lebih dari 1.000 perusahaan. Portofolio yang dikelola mencakup 65% saham, 30% instrumen pendapatan tetap, dan 5% dana lindung nilai (hedge fund).

Di sisi lain, Managing Director Global Relations & Communications BPI Danantara, Pahala Mansury, menambahkan bahwa target imbal hasil dari pengelolaan dana ini dipatok sebesar 200 hingga 300 basis poin di atas biaya modal. Selain itu, terkait pengelolaan dividen sebesar Rp 120 triliun, pihak Danantara saat ini masih melakukan koordinasi intensif dengan Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, untuk menentukan apakah dana tersebut akan disetorkan ke pemerintah atau dikelola kembali untuk optimalisasi investasi.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar