Jakarta, Lahatsatu.com – Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali membuat gebrakan dengan melayangkan surat ancaman kepada 17 CEO perusahaan farmasi terkemuka. Dalam surat tersebut, Trump mendesak agar harga obat resep di AS diturunkan setara dengan harga yang berlaku di negara lain.
Trump menegaskan akan mengambil langkah tegas dan mengeluarkan regulasi baru jika permintaannya tidak diindahkan. Bahkan, ia mengancam akan mengimpor obat murah sebagai alternatif jika perusahaan farmasi tetap enggan menurunkan harga.

Surat yang ditujukan kepada para pemimpin perusahaan farmasi raksasa seperti Eli Lilly, Sanofi, Regeneron, Merck & Co, Johnson & Johnson, dan AstraZeneca ini berisi tuntutan agar mereka memberikan harga "most-favored-nation" kepada pasien yang terdaftar dalam program Medicaid, program kesehatan pemerintah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Harga tersebut juga harus berlaku untuk obat-obatan baru.
Kebijakan ini bertujuan untuk menyetarakan harga obat resep di AS dengan harga terendah yang berlaku di negara-negara anggota Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD). Trump juga menuntut agar perusahaan mengembalikan kelebihan pendapatan yang diperoleh dari kenaikan harga di negara lain untuk menutupi harga yang lebih rendah di AS.
"Jika Anda menolak untuk mengambil langkah ini, kami akan menggunakan semua cara yang kami miliki untuk melindungi rakyat Amerika dari praktik harga obat yang sewenang-wenang," tegas Trump dalam suratnya.
Reaksi pasar terhadap kabar ini cukup signifikan. Saham perusahaan farmasi seperti Pfizer, Eli Lilly, dan Gilead Sciences mengalami penurunan, sementara Indeks Farmasi NYSE Arca juga merosot.
Namun, sejumlah analis dan pakar kebijakan harga obat meragukan perusahaan farmasi akan mematuhi tuntutan Trump. Mereka menilai surat ini hanyalah pengulangan tuntutan sebelumnya dan kemungkinan besar tidak akan berdampak signifikan pada industri.
Meskipun demikian, ultimatum Trump ini menunjukkan keseriusannya dalam menekan harga obat di AS, yang selama ini dikenal jauh lebih mahal dibandingkan negara maju lainnya. Perusahaan farmasi diberi waktu hingga 29 September untuk memberikan komitmen resmi terhadap persyaratan tersebut.




