lahatsatu.com – Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti baru-baru ini melakukan inspeksi mendalam terhadap proyek ambisius Tol Harbour Road II (HBR II) di Jalan R.E. Martadinata, Jakarta Utara. Kunjungan yang berlangsung pada Jumat 25 September 2026 ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengakselerasi pembangunan infrastruktur vital yang dikelola oleh PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP). Proyek jalan tol sepanjang 9,6 kilometer ini diharapkan mampu memperkuat konektivitas dan meningkatkan efisiensi sistem logistik nasional.
Data terkini menunjukkan capaian signifikan dalam pembangunan Tol HBR II. Progres konstruksi fisik kini telah menembus angka 47,41 persen, sementara proses akuisisi lahan juga terus berjalan dan telah mencapai 64,57 persen. Dengan laju pembangunan ini, jalan tol tersebut diproyeksikan dapat mulai beroperasi penuh pada kuartal pertama tahun 2028. Pelaksanaan konstruksi dipercayakan kepada dua kontraktor terkemuka, yaitu PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dan PT Girder Indonesia.

Dalam keterangan resminya, Diana Kusumastuti menekankan pentingnya menjaga standar kualitas tinggi selama proses pembangunan. "Prioritas utama adalah memastikan proyek ini diselesaikan sesuai jadwal, bermutu tinggi, tertib administrasi, dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat," ujarnya.
Senada dengan Wamen PU, Direktur Utama CMNP Arief Budhy Hardono menjelaskan bahwa pembangunan Tol Harbour Road II merupakan elemen krusial dalam ekspansi jaringan tol dalam kota Jakarta. Proyek ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas dan keterhubungan di koridor utara ibu kota. Arief menambahkan, Tol HBR II akan menjadi opsi rute baru yang vital bagi mobilitas transportasi, khususnya bagi kendaraan yang bergerak dari dan menuju kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, serta dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta.
Keterpaduan Tol Harbour Road II dengan jaringan Tol Dalam Kota diharapkan mampu mengurai kemacetan lalu lintas secara signifikan. Lebih dari itu, proyek ini juga diprediksi akan mengoptimalkan efisiensi distribusi barang dan logistik di wilayah Jakarta dan sekitarnya, memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.




