Rahasia MRT Jakarta Sulap Ibu Kota Jadi Makin Keren

lahatsatu.com – PT MRT Jakarta Perseroda menggagas sebuah peta jalan ambisius untuk mentransformasi 10 titik vital sepanjang koridor Utara-Selatan. Dari Lebak Bulus hingga kawasan bersejarah

Agus sujarwo

Rahasia MRT Jakarta Sulap Ibu Kota Jadi Makin Keren

lahatsatu.com – PT MRT Jakarta Perseroda menggagas sebuah peta jalan ambisius untuk mentransformasi 10 titik vital sepanjang koridor Utara-Selatan. Dari Lebak Bulus hingga kawasan bersejarah Kota Tua-Glodok, setiap area akan disulap menjadi pusat pengembangan berbasis Transit Oriented Development atau TOD yang terintegrasi, menyesuaikan dengan karakter dan potensi unik masing-masing wilayah.

M. Iqbal Bimo Arifianto, Division Head Property Management MRT Jakarta, menegaskan bahwa pengembangan ini akan berjalan seiring dengan perluasan jaringan MRT. Menurutnya, setiap aset yang berada di sepanjang koridor memiliki daya tarik luar biasa untuk dikembangkan menjadi kawasan TOD yang lebih hidup dan terhubung. "Kami tidak sekadar membangun aset MRT, melainkan menciptakan sebuah kawasan yang lebih bernilai, lebih berdenyut, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat," ungkap Bimo dalam sebuah lokakarya di Jakarta Pusat.

Rahasia MRT Jakarta Sulap Ibu Kota Jadi Makin Keren
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Melalui strategi ini, MRT Jakarta tidak hanya fokus pada simpul transportasi, tetapi juga pada ekosistem di sekitarnya. Pengembangan TOD diarahkan untuk memperkuat konektivitas pejalan kaki dan transportasi publik, meningkatkan aktivitas ekonomi, serta mengoptimalkan pemanfaatan lahan dan aset di sepanjang jalur MRT. Pendekatan 3A 1C menjadi panduan utama, meliputi Accessibility (aksesibilitas), Amenities (fasilitas), Attraction (daya tarik), dan Community (komunitas). Ini mencakup penyediaan ruang publik yang nyaman, aktivasi berbagai kegiatan, dan kolaborasi erat dengan komunitas lokal.

Beberapa proyek revitalisasi telah sukses diwujudkan, seperti Blok M Hub dan Transport Hub Dukuh Atas yang kini menjadi ikon baru. Sementara itu, pembangunan Extended Concourse Bundaran HI sedang berjalan, dan proyek Pedestrian Deck Dukuh Atas tengah memasuki tahap persiapan. Ke depan, Blok M akan kembali menjadi sorotan dengan proyek Ultimate Development Blok M, yang direncanakan menjadi kawasan mixed-use terpadu, menggabungkan hunian, area komersial, hingga perhotelan. "Tunggu saja tanggal mainnya, Ultimate Development Blok M ini akan segera diluncurkan setelah Pedestrian Deck," ujar Bimo.

Lebak Bulus Siap Punya Kawasan Multifungsi

Tidak hanya Blok M, Lebak Bulus juga masuk dalam daftar pengembangan TOD MRT Jakarta. Kawasan yang kini dikenal dengan fasilitas Park and Ride Lebak Bulus ini akan mengalami perubahan signifikan. "Saat ini memang masih berfungsi sebagai Park and Ride, namun beberapa tahun ke depan, kawasan ini akan bertransformasi menjadi area mixed-use yang multifungsi," jelas Bimo. MRT Jakarta bertekad mengoptimalkan fungsi aset tersebut agar tidak hanya menunjang mobilitas, tetapi juga menjadi bagian integral dari kawasan terpadu. Konsep pengembangan mixed-use di Lebak Bulus masih dalam kajian, namun tidak menutup kemungkinan akan dilengkapi dengan fungsi komersial, hunian seperti apartemen, atau bahkan hotel.

Di titik lain, kawasan Thamrin juga akan menjadi fokus pengembangan melalui proyek Thamrin Asset Development. Proyek ini disiapkan seiring dengan pembangunan Stasiun MRT Thamrin, yang akan menjadi salah satu stasiun terbesar di koridor Utara-Selatan dan terhubung langsung dengan koridor Timur-Barat.

Wajah Baru Kota Tua dan Glodok

Kawasan Kota Tua dan Glodok menjadi salah satu primadona dalam peta jalan pengembangan MRT Jakarta, dengan sedikitnya lima proyek besar yang disiapkan: The Heritage Hub Kalibesar, UPK Kota Development, Lada Development, Combined Building Kota Tua, dan XGL Mixed-Use Glodok-Kota. Namun, pengembangan masif ini masih menunggu rampungnya pembangunan jalur MRT menuju Kota Tua, yang ditargetkan selesai pada tahun 2029.

"Untuk area Kota Tua, ini memang masih tahapan yang cukup panjang. Kami menargetkan MRT bisa mencapai Monas tahun depan, dan ke Kota pada 2029. Jadi, kami merencanakan pengelolaan kawasan ini saat jaringan sudah terhubung," terang Bimo. Konsep final untuk Kota Tua dan Glodok masih dalam pembahasan intensif dengan pemerintah serta pemilik aset di sekitar area tersebut. MRT Jakarta akan menerapkan pendekatan Know Your Customer (KYC) untuk memahami karakter dan kebutuhan masyarakat setempat, memastikan pengembangan yang tepat sasaran. Bimo mengisyaratkan kemungkinan konsep combined building yang menggabungkan hotel, kafe, dan ruang aktivitas publik, menciptakan sinergi yang unik dan menarik.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar