lahatsatu.com – Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Basuki Hadimuljono baru-baru ini membeberkan perkembangan signifikan pembangunan kawasan yudikatif di Ibu Kota Nusantara. Progres pembangunan gedung di area tersebut, termasuk Mahkamah Konstitusi (MK), telah mencapai rata-rata 11,8 persen, menunjukkan percepatan yang patut diapresiasi.
Capaian ini disampaikan Basuki saat menerima kunjungan langsung dari Hakim Konstitusi Arsul Sani, didampingi Sekretaris Jenderal Mahkamah Konstitusi RI Heru Setiawan, di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara akhir pekan lalu. Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi Otorita IKN untuk melaporkan kemajuan infrastruktur dan pengembangan masyarakat di calon ibu kota negara.

"Kami sangat berterima kasih atas kunjungan ini. Ini adalah kesempatan bagi kami untuk melaporkan perkembangan infrastruktur dan kemasyarakatan. Dukungan, termasuk putusan dari MK, senantiasa menguatkan semangat kami untuk terus melanjutkan pembangunan IKN," ungkap Basuki dalam keterangannya.
Data terbaru menunjukkan bahwa rata-rata kemajuan fisik bangunan gedung di kawasan yudikatif telah mencapai 11,8 persen. Sementara itu, pembangunan jalan di area yang sama, sepanjang 7,8 kilometer, mencatat progres sebesar 27,6 persen. Secara lebih spesifik, pembangunan Gedung Mahkamah Konstitusi dan Komisi Yudisial per 29 Juli lalu telah menembus angka 12,41 persen.
Gedung Mahkamah Konstitusi sendiri dirancang megah dengan total luas bangunan mencapai 44.691 meter persegi. Fasilitas yang akan melengkapinya sangat komprehensif, meliputi ruang sidang pleno berkapasitas 400 orang, ruang rapat permusyawaratan hakim, ruang kerja kelembagaan, serta berbagai area pendukung lainnya yang modern.
Hakim Konstitusi Arsul Sani, setelah meninjau langsung, menyatakan optimismenya. Ia menilai penjelasan detail dari Otorita IKN memberikan keyakinan kuat bahwa proyek pembangunan akan rampung sesuai jadwal yang telah ditetapkan. "Kami dari Mahkamah Konstit




