lahatsatu.com – Menteri Pertanian Amran Sulaiman dengan tegas menyatakan bahwa ketahanan pangan nasional, khususnya pasokan beras, akan tetap terjaga kokoh menghadapi gempuran fenomena iklim ekstrem El Nino. Pernyataan optimis ini disampaikan di tengah kekhawatiran publik akan dampak El Nino terhadap sektor pertanian Indonesia.
Amran menjelaskan, meskipun beberapa daerah mungkin mengalami dampak kekeringan, pemerintah telah mengimplementasikan berbagai strategi mitigasi. Program pompanisasi dan pengelolaan irigasi yang efektif menjadi kunci untuk memastikan ketersediaan air bagi lahan pertanian. Ia menekankan bahwa Indonesia bukanlah pemain baru dalam menghadapi El Nino. Pengalaman menghadapi siklus iklim serupa di tahun 2016, 2023, dan 2024 telah membekali sektor pertanian dengan kesiapan yang matang.

"Dulu, saat El Nino menerjang di tahun-tahun sebelumnya, kita mampu melewatinya dengan persiapan yang mungkin belum sesempurna sekarang. Kini, dengan pengalaman tiga kali selama kami bertugas di kabinet, kami jauh lebih siap," ujar Amran saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin lalu.
Mengenai potensi gagal panen, Amran tidak menampik kemungkinan adanya kejadian tersebut di beberapa titik. Namun, ia meyakini bahwa dampaknya tidak akan signifikan terhadap total produksi beras secara nasional. "Mungkin ada kasus kecil-kecil, tapi itu tidak akan memengaruhi stok beras kita secara keseluruhan," tambahnya.
Lebih lanjut, Amran memaparkan data pasokan yang meyakinkan. Ketersediaan beras dari lahan yang siap panen diperkirakan mencapai 10 hingga 11 juta ton. Selain itu, stok di sektor perhotelan, restoran, dan kafe (horeka) juga tercatat cukup melimpah, yakni sekitar 12 juta ton.
Yang tak kalah penting, Cadangan Beras Pemerintah (CBP




