lahatsatu.com – Badan Pengawas Gizi Nasional BGN mengambil langkah tegas dengan menyegel ratusan dapur operasional MBG di berbagai wilayah. Sebanyak 455 unit dapur terpaksa dihentikan aktivitasnya setelah ditemukan belum memenuhi standar Sistem Layanan Higiene Sanitasi SLHS yang telah ditetapkan. Keputusan ini menjadi bagian dari upaya besar BGN untuk memastikan seluruh 27 ribu dapur yang beroperasi di bawah naungan MBG memenuhi kriteria kebersihan dan keamanan pangan.
Penutupan ini bukan tanpa alasan kuat. BGN menegaskan bahwa kualitas higiene dan sanitasi adalah aspek fundamental dalam industri pangan yang tidak bisa ditawar. Dapur-dapur yang disegel tersebut dinilai belum mampu menjamin kebersihan maksimal dalam proses persiapan makanan sehingga berpotensi membahayakan konsumen. Langkah ini sekaligus menjadi sinyal keras bagi seluruh penyedia layanan makanan untuk selalu memprioritaskan kesehatan dan keselamatan pelanggan.

Pihak BGN menargetkan pembenahan menyeluruh terhadap tata kelola dan operasional puluhan ribu dapur MBG dapat tuntas pada Agustus 2026. Ini merupakan proyek ambisius yang melibatkan audit ketat dan pendampingan untuk memastikan setiap unit dapur memenuhi standar SLHS. Komitmen ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap produk-produk makanan yang dihasilkan serta menjamin kualitas gizi yang aman dan sehat bagi masyarakat luas.




