lahatsatu.com – Pemerintah Singapura membuat gebrakan mengejutkan dengan mengumumkan paket dukungan keluarga senilai fantastis, mencapai hampir Rp 1 miliar per anak. Langkah revolusioner ini diambil sebagai upaya serius mengatasi krisis angka kelahiran yang telah menghantui negara kota tersebut selama beberapa dekade. Fokus utama kini bergeser, dari sekadar insentif kelahiran menjadi dukungan jangka panjang yang komprehensif bagi orang tua.
Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong menegaskan, pemerintah bertekad mendampingi para orang tua secara lebih konsisten sepanjang perjalanan membesarkan anak. "Kami ingin setiap keluarga memahami, jika Anda memilih memiliki anak, Pemerintah akan selalu ada untuk Anda. Kami akan memberikan lebih banyak dukungan, dan dalam jangka waktu yang lebih panjang," ujar Wong, seperti dilansir Straits Times.

Kebijakan baru ini menandai pergeseran strategi signifikan. Setelah puluhan tahun mengandalkan insentif kelahiran seperti skema Baby Bonus, Singapura menyadari pendekatan tersebut kurang efektif. Angka kesuburan total (Total Fertility Rate/TFR) terus merosot, mencapai titik terendah baru 0,87 pada tahun 2025. Data menunjukkan, pada tahun 2025, hanya 29.864 bayi yang lahir, turun drastis 11,4% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan selisih kelahiran dan kematian yang sangat tipis, hanya 3.365 jiwa.
Untuk mengatasi kondisi genting ini, pemerintah meluncurkan SG Child Support Package senilai S$ 62.000, yang diumumkan pada pidato National Day Rally 23 Agustus lalu. Paket ini akan menjangkau semua anak Singapura yang lahir pada tahun 2026, atau mereka yang berusia antara satu hingga 17 tahun di tahun yang sama.
Dukungan finansial yang diberikan sangat beragam. Meliputi Baby Gift tunai sebesar S$ 10.000, Child Credits senilai S$ 32.000, hibah awal Child Development Account (CDA) S$ 5.000, kontribusi pendampingan pemerintah ke CDA hingga S$ 5.000, serta top-up S$ 10.000 ke rekening Post-Secondary Education Account (PSEA) anak. Secara total, setiap anak Singapura diperkirakan akan menerima dukungan finansial hampir S$ 70.000, atau setara dengan sekitar Rp 976,21 juta (dengan kurs Rp 13.945). Jumlah ini jauh melampaui dukungan sebelumnya yang berkisar S$ 27.500 hingga S$ 56.500 per anak.
Selain bantuan finansial, PM Wong juga mengumumkan penambahan hari cuti bagi orang tua untuk mengurus anak. Pemerintah bahkan akan menanggung biaya semua cuti terkait anak yang diatur undang-undang, hingga batas penggantian tertentu, guna meringankan beban finansial para pengusaha. Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen Singapura untuk menciptakan lingkungan yang benar-benar ramah keluarga, mengatasi kekhawatiran orang tua muda mulai dari pendidikan, perawatan anak, hingga masalah perumahan.




