Terkuak Modus Licik Antrean BBM Subsidi Makassar

lahatsatu.com – Antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Makassar belakangan ini memicu kekhawatiran publik akan potensi kelangkaan Bahan Bakar

Agus sujarwo

Terkuak Modus Licik Antrean BBM Subsidi Makassar

lahatsatu.com – Antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Makassar belakangan ini memicu kekhawatiran publik akan potensi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Namun, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dengan tegas membantah isu tersebut. Menurutnya, cadangan BBM nasional saat ini berada pada level yang sangat aman, yakni cukup untuk memenuhi kebutuhan selama sekitar 20 hari, jauh di atas standar minimum yang ditetapkan.

Bahlil menjelaskan, fenomena antrean ini bukan disebabkan oleh minimnya pasokan, melainkan adanya pergeseran perilaku konsumen. Banyak masyarakat yang sebelumnya menggunakan BBM non-subsidi kini beralih ke BBM bersubsidi. "Perpindahan ini terjadi karena adanya perbedaan harga yang sangat mencolok antara BBM non-subsidi dan BBM bersubsidi yang melonjak tinggi," ungkap Bahlil dalam sebuah sesi talkshow di Jakarta, Senin lalu. Ia menambahkan, situasi serupa banyak ditemukan di Makassar, termasuk di area sekitar Universitas Hasanuddin.

Terkuak Modus Licik Antrean BBM Subsidi Makassar
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Lebih jauh, Bahlil menguak adanya dugaan praktik tidak bertanggung jawab yang memperparah kondisi. Ia menyoroti keberadaan kendaraan-kendaraan tertentu, seperti mobil Pajero dan truk, yang disinyalir telah dimodifikasi dengan tangki berkapasitas jumbo, bahkan mampu menampung hingga 700 liter sampai 1 ton. Kendaraan-kendaraan ini kemudian digunakan untuk mengisi BBM bersubsidi dalam jumlah yang sangat besar. "Saya telah meminta bantuan dan kerja sama dari pihak Kepolisian untuk segera menindaklanjuti dugaan praktik ilegal ini," tegas Bahlil, menunjukkan kekesalannya.

Tidak berhenti di situ, Menteri ESDM juga mengindikasikan adanya unsur rekayasa dalam antrean tersebut. Bahlil menyebutkan bahwa ada sebagian pengendara motor dan mobil yang sengaja ikut mengantre, padahal tangki bahan bakar mereka belum sepenuhnya kosong. Mereka hanya mengisi sedikit, berkisar antara 10 hingga 20 liter saja. "Hal ini mengindikasikan adanya upaya manipulasi yang disengaja untuk menciptakan kesan antrean panjang yang tidak wajar," tambahnya.

Dengan demikian, Bahlil menegaskan bahwa persoalan antrean BBM di Makassar bukanlah masalah kelangkaan

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar