Jakarta – Kebijakan tarif balasan yang diterapkan oleh mantan Presiden Donald Trump diperkirakan akan memicu kenaikan harga sejumlah barang di Amerika Serikat. Meskipun inflasi sebelumnya relatif stabil, tarif baru ini berpotensi mendongkrak harga barang-barang impor di pasar AS.
Kenaikan tarif yang akan segera berlaku ini akan membuat barang-barang impor dari negara-negara yang terdampak menjadi lebih mahal. Meskipun banyak pelaku usaha berusaha menanggung sebagian beban biaya, pada akhirnya konsumen kemungkinan besar akan merasakan dampaknya.

Berikut adalah beberapa barang yang diperkirakan akan mengalami kenaikan harga akibat tarif Trump, berdasarkan analisis Lahatsatu.com:
-
Komputer dan Produk Elektronik: Komputer merupakan salah satu barang impor utama AS, dengan pemasok terbesar dari China, Meksiko, Taiwan, Vietnam, dan Malaysia. Tarif yang dikenakan pada barang dari China sudah mencapai minimal 30%, dan produk dari Taiwan, Vietnam, dan Malaysia akan dikenai tarif yang hampir dua kali lipat dari tarif saat ini. Menurut perkiraan ekonom di Yale Budget Lab, tarif ini berpotensi mendorong harga komputer dan elektronik naik 18,2% dalam jangka pendek dan 7,7% dalam jangka panjang.
-
Pakaian: Sebagian besar pakaian yang dijual di AS berasal dari luar negeri, dengan pemasok utama dari China, Vietnam, Bangladesh, India, dan Indonesia. Tarif baru yang dikenakan pada negara-negara ini dapat berdampak besar pada harga pakaian. Yale Budget Lab memperkirakan harga pakaian bisa melonjak 37,5% dalam jangka pendek dan 17,4% dalam jangka panjang.
-
Jam Tangan: Jam tangan merupakan salah satu ekspor utama Swiss ke AS, dan akan dikenai tarif resiprokal sebesar 39%. Harga produk kulit, termasuk jam tangan, diperkirakan naik 39,7% dalam jangka pendek dan 18,9% dalam jangka panjang.
-
Sepatu: China, Vietnam, dan Indonesia adalah produsen sepatu utama untuk pasar AS, dan ketiganya akan dikenai tarif minimal 19%. Banyak sepatu menggunakan bahan kulit, sehingga berpotensi mengalami kenaikan harga serupa dengan jam tangan.
-
Minuman Beralkohol: Minuman anggur dan spirit impor mencakup 35% pendapatan pasar alkohol AS. Tarif untuk produk dari Uni Eropa, pemasok utama minuman beralkohol seperti wine, wiski, dan vodka, akan naik dari 10% menjadi 15%.
-
Furnitur: Vietnam menjadi pemasok utama furnitur impor AS, disusul China.
-
Mainan: China dan Vietnam adalah pemasok terbesar mainan ke AS. Kenaikan tarif untuk produk Vietnam akan menambah tekanan harga pada industri mainan.
Kapan Kenaikan Harga Akan Terasa?
Banyak perusahaan belum sepenuhnya membebankan tarif kepada konsumen. Sebagian bahkan telah menimbun stok barang untuk mengantisipasi pajak impor yang lebih tinggi. Ekonom Goldman Sachs memperkirakan dibutuhkan sekitar delapan bulan hingga dampak kenaikan biaya impor benar-benar tercermin penuh pada harga barang konsumsi di tingkat konsumen.




