Sumur Banyu Urip A07 Catatkan Lonjakan Produksi Minyak Signifikan

Jakarta, Lahatsatu.com – ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) berhasil mencatatkan peningkatan produksi minyak yang signifikan dari Sumur Banyu Urip A07. Melalui program Water Shut-Off (WSO), produksi

Agus sujarwo

Sumur Banyu Urip A07 Catatkan Lonjakan Produksi Minyak Signifikan

Jakarta, Lahatsatu.com – ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) berhasil mencatatkan peningkatan produksi minyak yang signifikan dari Sumur Banyu Urip A07. Melalui program Water Shut-Off (WSO), produksi sumur tersebut melonjak dari 4.800 barel minyak per hari (BOPD) menjadi 12.300 BOPD.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengungkapkan bahwa peningkatan produksi ini jauh melampaui target awal yang hanya sebesar 1.000 BOPD. Program WSO sendiri bertujuan untuk mengurangi aliran air yang tidak diinginkan di dalam sumur, sehingga memaksimalkan produksi minyak.

Sumur Banyu Urip A07 Catatkan Lonjakan Produksi Minyak Signifikan
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Tambahan produksi ini memberikan kontribusi langsung terhadap peningkatan lifting minyak nasional," ujar Djoko dalam keterangan tertulisnya.

Lapangan Banyu Urip di Cepu, Jawa Tengah, merupakan salah satu tulang punggung produksi minyak nasional. Setiap tambahan barel minyak yang dihasilkan dari lapangan ini memiliki dampak strategis dalam menjaga stabilitas pasokan energi nasional.

Program WSO dilakukan dengan menghentikan aliran air dari zona bawah sumur melalui pemasangan bridge plug, re-perforation, dan stimulasi acidizing. Metode ini terbukti efektif dalam mengoptimalkan potensi sumur yang sudah ada tanpa perlu melakukan pengeboran baru.

"Keberhasilan ini menunjukkan bahwa intervensi teknologi yang tepat dapat memberikan peningkatan produksi yang signifikan dalam waktu relatif singkat," jelas Djoko.

Selain peningkatan produksi, program ini juga mencatatkan efisiensi biaya dan waktu. Seluruh pekerjaan dilakukan tanpa menggunakan rig (rigless operation) dengan memanfaatkan unit wireline, sehingga pelaksanaan menjadi lebih cepat dan ekonomis. Realisasi biaya tercatat sekitar 57 persen dari total anggaran yang disetujui.

"Keberhasilan Well Services Sumur Banyu Urip A07 ini menegaskan bahwa strategi optimalisasi sumur eksisting merupakan langkah konkret dan cost-effective dalam menjaga momentum peningkatan lifting minyak nasional," pungkas Djoko. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) lainnya untuk menerapkan teknologi yang tepat dalam upaya meningkatkan produksi minyak nasional.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar

ads cianews.co.id banner 1