Strategi Pemerintah Jaga Harga Pangan

lahatsatu.com – Pemerintah Indonesia tengah memperketat pengawasan terhadap stabilitas pasokan dan harga kebutuhan pokok menjelang periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Langkah strategis ini

Agus sujarwo

Strategi Pemerintah Jaga Harga Pangan

lahatsatu.com – Pemerintah Indonesia tengah memperketat pengawasan terhadap stabilitas pasokan dan harga kebutuhan pokok menjelang periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Langkah strategis ini diambil guna mengantisipasi lonjakan permintaan masyarakat sekaligus memitigasi dampak fenomena cuaca ekstrem El Niño yang mengancam produktivitas pertanian nasional.

Dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Bidang Pangan yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, di Jakarta, pemerintah menegaskan pentingnya kesiapan logistik sejak dini. Menurut Zulhas, fluktuasi harga pangan merupakan isu krusial karena berkaitan langsung dengan daya beli masyarakat luas.

Strategi Pemerintah Jaga Harga Pangan
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Kita harus bersiap jauh-jauh hari untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan menjelang Nataru. Penguatan cadangan pangan pemerintah serta kesiapan distribusi logistik harus menjadi prioritas utama," tegas Zulhas dalam keterangan resminya.

Tekanan Harga pada Komoditas Cabai

Berdasarkan laporan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, terdapat dinamika harga yang beragam di berbagai wilayah. Meski sebagian besar komoditas relatif stabil, harga cabai merah dan cabai rawit masih menunjukkan tren kenaikan yang cukup signifikan. Hal ini dipicu oleh gagal panen di sejumlah sentra produksi akibat cuaca ekstrem dan kemarau panjang.

Selain cabai, pemerintah juga memberikan perhatian khusus pada komoditas beras, daging ayam ras, dan telur ayam. Menanggapi situasi ini, Kemendagri telah mengambil langkah konkret, salah satunya dengan memfasilitasi perdagangan antardaerah. Tujuannya agar distribusi pangan dari wilayah surplus dapat mengalir lancar ke daerah yang mengalami defisit pasokan.

Tak hanya itu, operasi pasar telah digelar di 134 daerah untuk menekan harga beras melalui penyaluran Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) bekerja sama dengan Perum Bulog. Pemerintah juga telah menerjunkan tim gabungan ke 100 daerah untuk memastikan bantuan benih dan pupuk telah tersalurkan dengan tepat guna memulihkan produksi cabai.

Stok Beras Nasional dalam Kondisi Aman

Di sisi lain, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan kabar optimis mengenai ketersediaan stok beras nasional yang diklaim berada pada level tertinggi dalam sejarah. Untuk menjaga tren positif ini, pemerintah terus melakukan optimalisasi lahan, perbaikan sistem irigasi, serta penggunaan benih yang lebih tahan terhadap kekeringan.

Pemerintah juga tengah berupaya mengatasi ketimpangan harga telur ayam ras. Saat ini, terdapat disparitas antara harga di tingkat peternak yang rendah dengan harga di tingkat konsumen yang masih tinggi. Sebagai solusi jangka panjang, pemerintah berencana membangun pabrik tepung telur bersama BUMN guna memperkuat industri dalam negeri dan mengurangi ketergantungan pada impor.

Waspada Tekanan Pangan Global

Upaya domestik ini menjadi sangat penting mengingat kondisi pangan dunia yang sedang tidak menentu. Data dari Food and Agriculture Organization (FAO) menunjukkan indeks harga pangan global mencapai titik tertinggi sejak akhir 2022.

Tekanan ini dipicu oleh kombinasi konflik geopolitik, kenaikan biaya energi dan pupuk, perubahan iklim, hingga kebijakan pembatasan ekspor di beberapa negara. Dengan kondisi global yang penuh ketidakpastian, penguatan produksi dalam negeri dan diversifikasi sumber pasokan menjadi kunci utama bagi Indonesia untuk menjaga ketahanan pangan nasional.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar