Strategi Besar VKTR Bidik Dana Triliunan

lahatsatu.com – Langkah ambisius diambil oleh PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) dalam upaya memperkuat posisinya di industri kendaraan listrik tanah air. Perusahaan yang bergerak

Agus sujarwo

Strategi Besar VKTR Bidik Dana Triliunan

lahatsatu.com – Langkah ambisius diambil oleh PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) dalam upaya memperkuat posisinya di industri kendaraan listrik tanah air. Perusahaan yang bergerak di sektor mobilitas ramah lingkungan ini secara resmi telah mendapatkan lampu hijau dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melaksanakan aksi korporasi Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (PMHMETD I) atau yang lebih dikenal dengan istilah rights issue.

Dalam rencana besar ini, VKTR akan menawarkan sebanyak 15 miliar saham baru kepada para investor. Dengan nilai nominal Rp 10 per saham dan harga pelaksanaan yang dipatok sebesar Rp 200 per saham, perusahaan menargetkan perolehan dana segar mencapai Rp 3 triliun. Dana jumbo ini diproyeksikan akan menjadi bahan bakar utama bagi ekspansi bisnis kendaraan listrik komersial di Indonesia.

Strategi Besar VKTR Bidik Dana Triliunan
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Direktur Utama VKTR, A Ardiansyah Bakrie, mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk membangun fondasi yang kokoh di tengah meningkatnya tren elektrifikasi. Menurutnya, peluang pasar di sektor kendaraan listrik komersial sedang terbuka lebar seiring dengan kebutuhan industri yang kian meningkat.

"Penguatan permodalan ini tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja, tetapi juga untuk memperbesar kapasitas kami dalam menyediakan unit kendaraan serta solusi elektrifikasi yang komprehensif bagi para operator dan pelaku usaha," ujar Ardiansyah dalam keterangan resminya.

Bagi para pemegang saham yang ingin mengikuti aksi korporasi ini, terdapat ketentuan khusus. Setiap pemilik 35 saham VKTR yang terdaftar pada 8 Oktober 2026 pukul 16.15 WIB akan mendapatkan hak sebanyak 12 HMETD. Hak tersebut nantinya dapat diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam dua periode perdagangan, yakni pada pertengahan Oktober 2026.

Menariknya, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) selaku pemegang saham utama memutuskan untuk tidak mengambil haknya. Alih-alih menggunakan hak tersebut, BNBR memilih untuk mengalihkan seluruh HMETD miliknya kepada PT Bakrie Capital Indonesia (BCI). BCI sendiri dipastikan akan menyerap hak tersebut dengan nilai mencapai lebih dari Rp 732 miliar.

Untuk menjamin keberhasilan aksi korporasi ini, BCI dan PT Biofuel Indo Sumatra (BIS) telah menyatakan kesiapannya sebagai pembeli siaga (standby buyer). Jika terdapat sisa saham yang tidak diambil oleh pemegang saham lainnya, kedua entitas ini akan menyerap sisa saham tersebut dengan total potensi nilai mencapai Rp 2,26 triliun. Hal ini memberikan kepastian bagi pasar bahwa target pendanaan VKTR akan tercapai sesuai rencana.

Terkait penggunaan dana, VKTR telah menyusun rencana yang sangat spesifik. Sekitar 66,86% dari dana bersih yang terkumpul akan disuntikkan sebagai modal ke PT Sarana Ekomobilitas Indonesia (SEI). Langkah ini bertujuan untuk mendukung pembelian unit kendaraan listrik dari VKTR yang dijadwalkan pada periode 2026-2027.

Sisanya akan dialokasikan sebagai modal kerja untuk mendukung operasional perusahaan serta pengadaan berbagai jenis armada listrik, mulai dari bus, truk, transporter, hingga forklift listrik. Melalui suntikan dana ini, VKTR optimis dapat memimpin pasar solusi mobilitas listrik di Indonesia.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar