Honduras Membara Akibat Harga BBM

lahatsatu.com – Gelombang kemarahan masyarakat tengah melanda Honduras, sebuah negara di Amerika Tengah, menyusul kebijakan pemerintah yang terus menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Ketidakpuasan

Agus sujarwo

Honduras Membara Akibat Harga BBM

lahatsatu.com – Gelombang kemarahan masyarakat tengah melanda Honduras, sebuah negara di Amerika Tengah, menyusul kebijakan pemerintah yang terus menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Ketidakpuasan yang telah menumpuk selama berminggu-minggu akhirnya meledak menjadi aksi demonstrasi besar-besaran yang melumpuhkan berbagai kota besar di negara tersebut.

Massa yang marah terlihat memblokade sejumlah ruas jalan utama dan jalan raya sebagai bentuk protes keras. Tak hanya sekadar menutup akses jalan, para pengunjuk rasa juga melakukan aksi pembakaran ban di tengah jalan untuk menunjukkan kemarahan mereka. Mereka menuntut pemerintah segera menghentikan tren kenaikan harga BBM yang dianggap mencekik leher rakyat kecil.

Honduras Membara Akibat Harga BBM
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Berdasarkan laporan dari media lokal El Heraldo, fenomena kenaikan harga ini bukanlah kejadian tunggal. Honduras tengah menghadapi krisis harga energi karena kenaikan BBM terjadi secara berturut-turut selama 11 minggu terakhir. Artinya, selama hampir tiga bulan penuh, warga Honduras harus menghadapi kenyataan pahit berupa harga bahan bakar yang terus merangkak naik tanpa henti.

Di ibu kota Tegucigalpa, dampak kenaikan ini sangat terasa secara nyata. Harga bensin premium mengalami lonjakan signifikan menjadi 153,17 lempira atau sekitar US$ 5,71 per galon. Jika dikonversi ke mata uang rupiah, harga bensin premium di ibu kota tersebut setara dengan Rp 26.977 per liter. Sementara itu, harga bensin biasa juga mengalami kenaikan menjadi sekitar Rp 23.881 per liter.

Pemerintah Honduras sebenarnya telah berupaya melakukan intervensi dengan meningkatkan subsidi bahan bakar sementara, dari yang sebelumnya 65% menjadi 70%. Namun, langkah ini terbukti gagal meredam gejolak di tingkat konsumen. Sekretariat Energi Honduras mengakui bahwa upaya subsidi tersebut tidak mampu membendung laju kenaikan harga yang dipicu oleh fluktuasi harga energi di pasar global.

Meskipun pemerintah masih berupaya mempertahankan subsidi untuk produk energi lainnya, seperti LPG domestik agar harganya tetap stabil, namun harga LPG untuk kendaraan bermotor tetap mengalami kenaikan. Hal ini semakin memperburuk situasi ekonomi rumah tangga dan sektor transportasi.

Aksi protes ini dilaporkan pecah di berbagai titik strategis, mulai dari Tegucigalpa, San Pedro Sula, hingga Villanueva. Demonstran menyoroti bagaimana kenaikan biaya transportasi ini berdampak langsung pada melonjaknya pengeluaran rumah tangga dan biaya operasional logistik.

Meski situasi memanas, Institut Transportasi Darat Honduras menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada seruan resmi untuk melakukan pemogokan transportasi nasional secara menyeluruh. Perwakilan sektor transportasi menyatakan masih membuka pintu dialog dengan pemerintah untuk mencari solusi atas beban biaya operasional yang semakin membengkak akibat krisis energi ini.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar