Kinerja Shopee di kuartal III tahun ini menorehkan hasil yang gemilang. Tak hanya volume transaksi, nilai transaksi Shopee juga tercatat meningkat pesat. Hal ini turut mendorong layanan logistik milik Shopee, SPX Express, untuk semakin agresif bersaing dengan J&T Express yang selama ini mendominasi pasar pengiriman paket.
Data dari Momentum Works, perusahaan venture builder asal Singapura, menunjukkan bahwa pendapatan dari layanan bernilai tambah Shopee, termasuk SPX Express, melonjak 29,4% secara tahunan. Lebih lanjut, total paket yang dikirim Shopee pada periode Juli hingga September mencapai angka fantastis, yaitu 2,8 miliar paket.

"Kami percaya volume paket aktual dari SPX Express sudah setara dengan J&T Express, bahkan mungkin sudah melampaui," ungkap Jianggan Li, pendiri dan CEO Momentum Works.
Keberhasilan SPX Express dalam mengimbangi J&T Express menjadi bukti nyata strategi Shopee yang fokus pada pengembangan ekosistem internal. Shopee yang hadir di Indonesia, Filipina, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Taiwan, dan Brasil, terus memperkuat layanan logistiknya untuk menunjang pertumbuhan bisnis e-commerce mereka.
Di sisi lain, J&T Express yang beroperasi di Cina, Indonesia, Vietnam, Malaysia, Thailand, Filipina, Kamboja, Singapura, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Brasil, Meksiko, dan Mesir, masih menjadi pemain dominan di pasar logistik Asia Tenggara. Namun, laporan Momentum Works yang bertajuk "E-commerce in Southeast Asia 2024" mencatat penurunan pendapatan per paket yang dikirim J&T Express sejak tahun 2022.
Meskipun demikian, J&T Express belum merilis laporan terkait pendapatan pengiriman per paket di awal tahun ini. Lahatsatu telah menghubungi J&T Express untuk konfirmasi data tersebut, namun belum mendapatkan tanggapan.
Pertarungan antara SPX Express dan J&T Express diprediksi akan semakin sengit di masa mendatang. Kedua perusahaan logistik ini akan terus berinovasi dan meningkatkan layanan mereka untuk mempertahankan posisi mereka di pasar yang semakin kompetitif.




























