Rumah Sakit Kapal Hadir di Kei Besar

lahatsatu.com – Keterbatasan akses medis di wilayah pelosok Indonesia kembali mendapatkan solusi nyata melalui kehadiran fasilitas kesehatan terapung. PT Pertamina International Shipping (PIS) melalui program

Agus sujarwo

Rumah Sakit Kapal Hadir di Kei Besar

lahatsatu.com – Keterbatasan akses medis di wilayah pelosok Indonesia kembali mendapatkan solusi nyata melalui kehadiran fasilitas kesehatan terapung. PT Pertamina International Shipping (PIS) melalui program Rumah Sakit Kapal (RSK) Nusa Waluya II, kini telah bersandar di perairan Pulau Kei Besar, Maluku Tenggara. Langkah ini diambil untuk menyasar masyarakat di wilayah Pulau-Pulau Kecil Terluar (PPKT) yang selama ini kesulitan menjangkau layanan kesehatan yang memadai.

Pulau Kei Besar memiliki karakteristik geografis yang cukup menantang, dengan wilayah yang berbukit-bukit dan pola pemukiman penduduk yang tersebar luas. Kondisi ini menjadi hambatan besar bagi warga untuk mendapatkan penanganan medis secara cepat. Berdasarkan hasil survei lapangan, wilayah ini memiliki populasi yang besar namun sangat minim ketersediaan dokter spesialis. Selama ini, warga terpaksa harus menyeberang ke Pulau Kei Kecil demi mendapatkan layanan medis yang lebih lengkap, sebuah perjalanan yang memakan waktu lama dan biaya transportasi yang tidak sedikit.

Rumah Sakit Kapal Hadir di Kei Besar
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Direktur Rumah Sakit Kapal Nusa Waluya II, Tasia Risma Lidya, menjelaskan bahwa keputusan untuk berlabuh di Kei Besar didasari oleh kebutuhan mendesak masyarakat setempat. Menurutnya, meskipun terdapat fasilitas kesehatan tingkat dasar, sumber daya manusia di bidang medis, khususnya dokter spesialis, masih sangat terbatas. Hal inilah yang mendorong kehadiran RSK Nusa Waluya II sebagai solusi bergerak bagi warga.

Fasilitas yang dibawa oleh kapal ini tidak main-main. RSK Nusa Waluya II dirancang dengan standar yang setara dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) tipe C. Kapal ini dilengkapi dengan berbagai unit layanan penting, mulai dari poliklinik, unit gawat darurat (UGD), ruang rawat inap, hingga fasilitas penunjang medis seperti radiologi, laboratorium, dan farmasi. Bahkan, kapal ini memiliki dua ruang operasi mayor untuk menangani tindakan bedah yang lebih kompleks.

Pjs Manager CSR Pertamina International Shipping, Gustidha Budiartie, mengungkapkan bahwa program ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara PIS dengan Yayasan Dokter Peduli (doctorSHARE) yang telah berjalan selama tiga tahun. Ia menekankan bahwa sebagai perusahaan yang bergerak di sektor transportasi laut, PIS memiliki tanggung jawab moral untuk memanfaatkan kapabilitas armada kapalnya guna membantu konektivitas layanan publik, termasuk kesehatan.

Hingga saat ini, keberadaan RSK Nusa Waluya II di Kei Besar telah mencatatkan angka yang sangat impresif. Tercatat sebanyak 6.000 pasien telah mendapatkan layanan medis sejak kapal mulai beroperasi pada September lalu. Angka ini merupakan capaian tertinggi dalam sejarah kerja sama antara PIS dan doctorSHARE. Pihak manajemen menargetkan jumlah pasien yang terlayani dapat menembus angka 10.000 orang hingga program berakhir pada November mendatang.

Inisiatif ini menjadi bukti nyata bagaimana sinergi antara sektor industri dan lembaga kemanusiaan dapat menjawab tantangan geografis Indonesia sebagai negara kepulauan. Dengan hadirnya rumah sakit terapung ini, harapan baru bagi masyarakat di wilayah terluar untuk mendapatkan layanan kesehatan yang layak dan terjangkau kini bukan lagi sekadar impian.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar