Aceh, Lahatsatu.com – Kabar baik datang dari Aceh! Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Aceh melaporkan bahwa sebanyak 4.401 unit hunian sementara (huntara) telah rampung dibangun di seluruh wilayah yang terdampak bencana. Pembangunan ini diharapkan dapat meringankan beban para pengungsi dan mempercepat proses pemulihan pasca bencana.
Kepala Satgaswil Aceh, Safrizal ZA, menjelaskan bahwa ribuan huntara tersebut tersebar di berbagai kabupaten/kota yang terdampak. Aceh Utara menjadi wilayah dengan pembangunan huntara terbanyak, mencapai 1.015 unit, disusul Aceh Tamiang dengan 1.000 unit. Kabupaten lainnya seperti Gayo Lues, Aceh Timur, dan Bener Meriah juga mendapatkan alokasi huntara yang signifikan.

"Pembangunan huntara telah rampung 4.401 unit atau setara dengan 26% dari jumlah keseluruhan yang saat ini sedang dan akan terus dibangun sebanyak 15.956 unit. Pemerintah melalui Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) akan terus mengawal sampai semua tercapai. Kita kebut dan terus percepat," ujar Safrizal dalam keterangan tertulisnya.
Dengan selesainya pembangunan ribuan huntara ini, jumlah pengungsi yang tinggal di tenda-tenda darurat dilaporkan terus menurun. Meskipun demikian, masih terdapat 74.120 jiwa atau 19.019 kepala keluarga yang tersebar di 986 titik pengungsian di 10 kabupaten/kota.
Selain pembangunan huntara, upaya pemulihan ekonomi juga terus digenjot. Sebanyak 465 pasar rakyat di Aceh telah kembali beroperasi, membantu menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Selain itu, 641 rumah ibadah juga telah difungsikan kembali, menandai pulihnya kehidupan sosial dan keagamaan warga.
Pembersihan lumpur juga menjadi prioritas. Kementerian PUPR telah menyelesaikan pembersihan di 129 dari 235 lokasi yang menjadi sasaran di Aceh. Pembersihan ini menjadi fondasi penting untuk memulihkan permukiman, fasilitas umum, dan aktivitas ekonomi warga, termasuk Komplek Kantor Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang yang sudah siap digunakan kembali.
Di sektor kesehatan, seluruh fasilitas kesehatan yang terdampak tetap berfungsi. Meskipun 146 fasilitas kesehatan terdampak bencana, namun tetap operasional. Hanya dua puskesmas yang menjalankan pelayanan di luar gedung, yaitu Puskesmas Lokop di Aceh Timur dan Puskesmas Jambur Lak Lak di Aceh Tenggara.
Sektor pendidikan juga tidak luput dari perhatian. Meskipun 1.204 fasilitas pendidikan terdampak, proses belajar mengajar terus diupayakan tetap berjalan. Dari sisi infrastruktur dasar, pembangunan sarana air bersih dan sanitasi terus dikebut. Di Aceh, 614 sumur bor telah selesai dibangun, satu unit masih dalam proses, dan empat unit dalam tahap persiapan.
"Untuk fasilitas MCK, 46 unit telah rampung, sementara 26 unit lainnya masih dalam pengerjaan, guna menjamin kesehatan lingkungan masyarakat terdampak. Semoga semua dimudahkan, Insyaallah jelang Ramadhan ini progresnya terus signifikan," pungkas Safrizal.




