Jakarta – Penjualan kurma di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, mengalami lonjakan signifikan selama bulan Ramadan kali ini. Peningkatan permintaan ini sebagian besar didorong oleh program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menjadikan kurma sebagai salah satu menu pilihan.
Andi, pemilik jaringan toko Mekkah Group di Pasar Tanah Abang Blok F, mengungkapkan bahwa tokonya mampu menjual sekitar 4-5 ton kurma setiap hari selama Ramadan. Angka ini belum termasuk pesanan khusus untuk program MBG.

"Kenaikan ini dipengaruhi banyak faktor, salah satunya daya beli masyarakat dan adanya program MBG yang menyerap banyak kurma," ujar Andi kepada Lahatsatu, Rabu (25/2/2026).
Kurma Mesir dan kurma asal Uni Emirat Arab seperti Khalas dan Sayer menjadi primadona untuk keperluan MBG. Jenis kurma ini dipilih karena cenderung kering, lebih tahan lama, dan harganya relatif terjangkau untuk kelas kurma medium.
"Kurma yang banyak terserap MBG itu contohnya kurma Mesir dan kurma Emirat seperti Khalas dan Sayer. Kurma jenis lain cenderung stagnan atau bahkan turun permintaannya," jelas Andi.
Lonjakan permintaan kurma Mesir untuk MBG bahkan menyebabkan harganya melambung tinggi. Dari harga normal Rp 190.000 per dus (10 kg), kini harganya mencapai sekitar Rp 350.000 per dus.
Meski penjualan meningkat pesat, Andi mengakui bahwa margin keuntungan yang diperoleh justru menipis. Jika biasanya ia mengambil untung sekitar Rp 5.000 per kilogram, khusus untuk pesanan MBG, ia hanya mematok keuntungan sekitar Rp 2.000 per kilogram.
"Omzet memang naik, tapi keuntungan berkurang. Karena untuk MBG, kita tidak boleh ambil untung besar. Modal besar, tapi untung tipis," keluhnya.
Kondisi ini membuat omzet penjualan kurma selama Ramadan tahun ini meningkat sekitar 50% dibandingkan tahun 2025. "Kenaikan omzet memang sekitar 1,5 kali lipat dari Ramadan tahun lalu. Secara kuantitas banyak, tapi untungnya tipis," pungkas Andi.



