Cupertino, California – Apple, perusahaan teknologi raksasa, tengah menghadapi gugatan hukum yang serius. Amar Bhakta, mantan karyawan divisi periklanan digital Apple, menuduh perusahaan tersebut melakukan praktik ilegal dengan memata-matai perangkat pribadi karyawan dan membatasi diskusi internal mengenai kondisi kerja. Gugatan diajukan di pengadilan negara bagian California pekan lalu.
Bhakta mengklaim Apple secara ilegal mengakses data pribadi karyawan melalui perangkat lunak yang diwajibkan diinstal pada perangkat pribadi mereka. Data yang diakses diduga meliputi email, foto, informasi kesehatan, dan bahkan data rumah pintar. Praktik ini, menurut gugatan, melanggar privasi karyawan dan membatasi kebebasan mereka.

Lebih lanjut, gugatan tersebut juga menyoroti kebijakan kerahasiaan Apple yang ketat. Kebijakan ini melarang karyawan mendiskusikan kondisi kerja, termasuk gaji dan kebijakan internal, bahkan dengan media. Hal ini dianggap melanggar hukum California yang melindungi hak whistleblowing, yaitu pengungkapan pelanggaran di tempat kerja. UU California memberikan kesempatan bagi pekerja untuk menggugat majikan atas nama negara bagian dan berhak atas 35% dari hukuman yang dijatuhkan.
Gugatan tersebut menyatakan, "Kebijakan dan praktik pengawasan Apple secara tidak sah menahan persaingan, serta kebebasan pergerakan karyawan di pasar kerja dan berbicara."
Menanggapi gugatan ini, juru bicara Apple membantah semua tuduhan dan menyatakan klaim tersebut tidak berdasar. Mereka menegaskan bahwa karyawan setiap tahunnya menerima pelatihan mengenai hak mereka untuk mendiskusikan kondisi kerja. "Kami bekerja untuk melindungi penemuan yang dibuat tim untuk pelanggan," kata Apple dalam pernyataan resminya.
Gugatan ini menambah deretan masalah hukum yang dihadapi Apple. Sebelumnya, perusahaan ini juga menghadapi tuduhan membayar lebih rendah karyawan perempuan di beberapa divisi, serta tiga keluhan dari Dewan Tenaga Kerja Amerika Serikat terkait dugaan penghalangan diskusi internal mengenai bias gender dan diskriminasi gaji. Kasus ini tentu akan menarik perhatian publik dan berpotensi menimbulkan dampak signifikan bagi reputasi Apple.




























