lahatsatu.com – Di tengah pesatnya transformasi ekonomi digital, isu keamanan data pribadi kini menjadi fondasi utama dalam industri perbankan. Kepercayaan nasabah bukan lagi sekadar soal bunga atau kemudahan transaksi, melainkan sejauh mana sebuah institusi mampu menjaga kerahasiaan informasi sensitif milik penggunanya. Menjawab tantangan besar tersebut, Bank Mandiri baru saja mengukuhkan posisinya sebagai salah satu bank paling aman di Indonesia dengan meraih sertifikasi internasional bergengsi.
Bank Mandiri secara resmi berhasil memperoleh sertifikasi ISO/IEC 27701:2025. Sertifikasi ini merupakan standar global untuk Privacy Information Management System (PIMS) atau Sistem Manajemen Informasi Privasi. Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa tata kelola perlindungan data pribadi di tubuh Bank Mandiri telah berjalan secara terstruktur, sistematis, dan memenuhi standar keamanan dunia.

Proses untuk meraih pengakuan internasional ini tidaklah mudah. Bank Mandiri harus melewati serangkaian audit yang sangat ketat dan komprehensif. Audit tersebut dilakukan oleh SGS Indonesia, sebuah lembaga sertifikasi independen yang telah memiliki reputasi global. Penyerahan sertifikat dilakukan dalam sebuah seremoni bertajuk ‘Membangun Tata Kelola Pelindungan Data Pribadi Berstandar Internasional’ yang digelar di Wisma Mandiri I, Jakarta Pusat.
Dalam acara tersebut, Direktur SGS Indonesia, Sebastian Lee, menyerahkan sertifikat secara langsung kepada Direktur Human Capital & Compliance Bank Mandiri, Eka Fitria. Keberhasilan ini juga tidak lepas dari dukungan PT Robere Manajemen Indonesia yang mendampingi proses persiapan sertifikasi.
Eka Fitria menegaskan bahwa pencapaian ini bukan sekadar pemenuhan kewajiban regulasi semata. Menurutnya, Bank Mandiri ingin menjadikan prinsip perlindungan data pribadi sebagai nilai tambah atau competitive advantage. Dengan sistem yang kuat, nasabah dapat merasa tenang saat menggunakan berbagai layanan perbankan, yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas layanan secara keseluruhan.
Ruang lingkup sertifikasi ini mencakup berbagai aktivitas krusial dalam pemrosesan data, mulai dari pengelolaan data nasabah untuk keperluan pemasaran kartu kredit melalui telesales, pengelolaan persetujuan (consent) nasabah, hingga mekanisme penanganan permintaan hak-hak subjek data pribadi. Proses audit ini melibatkan kolaborasi lintas unit, mulai dari unit kepatuhan, Internal Audit, unit Telesales, kantor cabang, hingga layanan Customer Care.
Pihak SGS Indonesia turut memberikan apresiasi, menyatakan bahwa sertifikasi ini mencerminkan komitmen mendalam Bank Mandiri dalam memperkuat tata kelola data. Dengan standar ini, Bank Mandiri memiliki landasan kuat untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang sangat cepat serta dinamika regulasi yang terus berubah.
Langkah proaktif ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem keuangan nasional. Ketika masyarakat merasa aman dalam bertransaksi secara digital, potensi ekonomi nasional pun akan tumbuh lebih pesat. Ke depan, Bank Mandiri berkomitmen untuk terus menyempurnakan praktik perlindungan data mereka agar tetap selaras dengan praktik terbaik di tingkat global.




