Jakarta, Lahatsatu.com – Presiden Prabowo Subianto baru saja melakukan reshuffle kabinet, dengan salah satu perubahan penting adalah penunjukan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani Indrawati. Purbaya, yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), mengungkapkan tiga alasan yang membuatnya percaya diri mengemban amanah baru ini.
Usai pelantikannya di Istana Negara, Purbaya menjelaskan bahwa kepercayaan Prabowo kepadanya didasari oleh beberapa faktor. Pertama, ia merasa dianggap memiliki kemampuan mumpuni dalam bidang ekonomi. Hal ini terungkap saat Sarasehan Ekonomi 2025, di mana presentasinya dinilai memuaskan. "Kan waktu Sarasehan itu saya presentasi di sana, mungkin kelihatan saya cukup jago, kelihatannya," ujarnya kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (8/9/2025).

Kedua, Purbaya optimistis bahwa kondisi ekonomi Indonesia akan segera membaik dalam waktu dekat. Ia mengakui adanya perlambatan ekonomi saat ini, namun meyakini telah memahami akar masalahnya dan siap melakukan perbaikan. "Sekarang kan ekonomi sedang agak melambat. Kita sudah pelajari kelemahannya, ke depan akan kita perbaiki. Jadi itu nggak terlalu sulit memperbaikinya," tegasnya. Ia bahkan menjanjikan bahwa dalam dua hingga tiga bulan ke depan, Indonesia akan kembali menunjukkan tren positif.
Alasan ketiga yang mendasari kepercayaan dirinya adalah pengalaman panjangnya di pasar saham. Menanggapi penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat pelantikannya, Purbaya menyatakan bahwa ia telah berkecimpung di pasar modal selama lebih dari 15 tahun. "Mungkin pasar nggak tahu, saya orang pasar. Saya di pasar berapa? Ya sejak tahun 2000, 15 tahun lebih," ungkapnya di Kementerian Keuangan. Dengan pengalamannya ini, ia yakin dapat mengatasi ketakutan pasar dan memulihkan kondisi dalam waktu dekat.
Purbaya juga menambahkan bahwa ia memiliki tim yang solid dan berpengalaman untuk membantunya dalam menjalankan tugas sebagai Menteri Keuangan. Ia menyebut nama Wakil Menteri Keuangan Anggito dan Thomas, serta Suahasil yang merupakan teman lamanya sejak kuliah di Universitas Indonesia. "Jadi kalau mau dibetulin, diperbaiki, dioptimalkan, rasanya sih kita punya instrumen yang cukup untuk memperbaiki secara bersama-sama," pungkasnya.




