Produksi Beras 2026 Diprediksi Menurun Tajam

lahatsatu.com – Ketahanan pangan nasional kini tengah menjadi sorotan serius setelah munculnya proyeksi penurunan angka produksi beras untuk tahun 2026. Berdasarkan data terbaru yang dirilis

Agus sujarwo

Produksi Beras 2026 Diprediksi Menurun Tajam

lahatsatu.com – Ketahanan pangan nasional kini tengah menjadi sorotan serius setelah munculnya proyeksi penurunan angka produksi beras untuk tahun 2026. Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat indikasi penurunan volume produksi yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Kondisi ini memicu kekhawatiran mengenai stabilitas pasokan pangan pokok masyarakat di masa mendatang.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengungkapkan bahwa total produksi beras untuk periode Januari hingga November 2026 diperkirakan hanya akan menyentuh angka 32,34 juta ton. Jika angka ini dikomparasikan dengan periode yang sama pada tahun 2025, terdapat penurunan sebesar 0,94 juta ton atau setara dengan penurunan sebesar 2,82 persen.

Produksi Beras 2026 Diprediksi Menurun Tajam
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Menariknya, penurunan paling drastis diprediksi akan terjadi pada kuartal terakhir tahun 2026. Ateng menjelaskan bahwa proyeksi produksi beras untuk periode September hingga November 2026 diperkirakan hanya mencapai 7,06 juta ton. Angka tersebut menunjukkan penurunan yang cukup tajam, yakni sebesar 0,96 juta ton atau merosot hingga 11,95 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

"Dengan demikian, untuk produksi beras sepanjang Januari sampai dengan November tahun 2026 diperkirakan mencapai 32,34 juta ton atau mengalami penurunan sebesar 0,94 juta ton atau menurun 2,82% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2025," ujar Ateng dalam konferensi pers yang digelar di kantor pusat BPS, Jakarta.

Jika menilik data historis di tahun berjalan, sepanjang Januari hingga Agustus 2026, produksi beras sebenarnya masih menunjukkan tren positif yang sangat tipis. Tercatat produksi mencapai 25,29 juta ton, atau naik sedikit sebesar 0,07 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025. Namun, tren positif ini mulai goyah saat memasuki bulan Agustus, di mana produksi beras tercatat sebesar 3,15 juta ton, turun 2,90 persen dari capaian Agustus 2025 yang sebesar 3,24 juta ton.

Selain produksi beras, BPS juga memberikan peringatan terkait produksi padi dalam bentuk Gabah Kering Giling (GKG). Produksi padi sepanjang Januari hingga November 2026 diproyeksikan mencapai 56,13 juta ton GKG. Angka ini mengalami penurunan sebesar 1,63 juta ton atau turun 2,82 persen dibandingkan tahun lalu.

Penurunan produksi padi ini sejalan dengan tren penurunan produksi beras. Pada periode September hingga November 2026, potensi produksi padi diperkirakan hanya sebesar 12,24 juta ton GKG, yang berarti merosot 1,66 juta ton atau turun 11,96 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2025. Data ini menjadi sinyal penting bagi pemerintah untuk segera menyiapkan langkah mitigasi guna menjaga ketersediaan pangan nasional agar tetap stabil di tengah ancaman penurunan produksi ini.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar