Jakarta, Lahatsatu.com – Kabar terbaru dari dunia pasar modal Indonesia, Morgan Stanley baru saja mengumumkan hasil tinjauan indeks global MSCI (Morgan Stanley Capital International). Dalam pengumuman tersebut, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) milik konglomerat Prajogo Pangestu dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dari grup Sinarmas resmi masuk dalam kategori MSCI Global Standard Indexes, berlaku efektif mulai 26 Agustus 2025.
Namun, masuknya CUAN dan DSSA ke dalam indeks bergengsi ini harus dibayar dengan terdepaknya PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), emiten milik Garibaldi "Boy" Thohir, dari MSCI Global Standard Indexes. Meski demikian, ADRO tetap menjadi bagian dari MSCI Small Cap Indexes.

Selain ADRO, beberapa nama lain juga menghiasi daftar penghuni Small Cap Indexes, antara lain PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT MNC Land Tbk (KPIG), PT Petrosea Tbk (PTRO), PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), dan PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG). Sementara itu, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) dan PT Panin Financial Tbk (PNLF) harus rela meninggalkan kategori ini.
Pengumuman MSCI ini disambut positif oleh pasar. Pada pembukaan perdagangan hari ini, saham CUAN langsung melonjak 13,01% ke level Rp 1.650 per lembar, dengan volume transaksi mencapai 174,97 juta dan nilai transaksi Rp 299,18 miliar. DSSA juga tak kalah mentereng, melesat 15,99% atau 10.475 poin ke harga Rp 75.975 per lembar, dengan volume transaksi 1,24 juta dan nilai transaksi Rp 96,96 miliar.
Masuknya CUAN dan DSSA ke MSCI Global Standard Indexes menjadi sinyal positif bagi kedua emiten tersebut, yang diharapkan dapat menarik minat investor asing dan meningkatkan likuiditas saham di pasar modal. Sebaliknya, keluarnya ADRO dari indeks ini bisa menjadi tantangan tersendiri bagi kinerja sahamnya di masa mendatang.




