lahatsatu.com – Presiden Prabowo Subianto secara tegas menyoroti persoalan kemiskinan yang masih membelit sebagian besar rakyat Indonesia. Ia menyebut derita ekonomi ini sebagai tantangan besar yang harus segera diatasi oleh bangsa. Menurutnya kemiskinan bukan sekadar angka namun merupakan dampak langsung dari berbagai praktik ekonomi gelap dan ilegal yang merajalela.
Dalam pidatonya pada peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Rabu 1 Juli 2026 Prabowo menggarisbawahi bahwa korupsi penyelundupan aset negara serta beragam aktivitas ekonomi terlarang menjadi pemicu utama penderitaan rakyat. "Tantangan kita masih sangat besar. Rakyat kita masih banyak yang menderita kemiskinan dan ini adalah imbas nyata dari korupsi penyelundupan serta kegiatan ekonomi ilegal lainnya" ungkap Prabowo.

Mantan Menteri Pertahanan itu menekankan bahwa tugas untuk memberantas akar masalah ini adalah tanggung jawab bersama. Ia melanjutkan stabilitas dan keamanan sosial adalah fondasi krusial untuk memacu geliat perekonomian nasional. Oleh karena itu orang nomor satu di Indonesia ini meminta seluruh jajaran Polri untuk meningkatkan upaya maksimal dalam menjaga ketertiban dan keamanan.
Prabowo menjelaskan keamanan tidak hanya berarti absennya tindak kejahatan. Lebih dari itu keamanan berarti terciptanya kondisi di mana setiap elemen masyarakat dapat beraktivitas dengan leluasa dan nyaman. Petani dapat menanam dengan tenang nelayan berani melaut pengusaha tidak ragu berinvestasi guru senang mengajar anak-anak gembira belajar. Bahkan masyarakat dapat menjalankan ibadah sesuai keyakinan masing-masing dalam suasana damai penuh kerukunan dan toleransi.




