Panen Padi Indramayu Melejit Luar Biasa

lahatsatu.com – Sebuah terobosan signifikan terjadi di sektor pertanian Indramayu. Para petani di Desa Jatisura kini merasakan panen padi yang jauh lebih melimpah berkat inisiatif

Agus sujarwo

Panen Padi Indramayu Melejit Luar Biasa

lahatsatu.com – Sebuah terobosan signifikan terjadi di sektor pertanian Indramayu. Para petani di Desa Jatisura kini merasakan panen padi yang jauh lebih melimpah berkat inisiatif komprehensif dari Pertamina EP Zona 7 Regional Jawa Bagian Barat, khususnya melalui Pertamina EP Jatibarang Field. Program pembinaan yang dimulai sejak tahun 2025 ini telah berhasil mendongkrak produktivitas lahan, bahkan kini memasuki musim panen kedua dengan hasil yang fantastis.

Noor Taufiq, Officer Communication Relation & CID PT Pertamina EP Zona 7, menjelaskan bahwa keberadaan program ini sangat relevan mengingat mayoritas masyarakat di area operasional mereka, terutama di Jatibarang Field, hidup dari bertani. "Ini menjadi salah satu perhatian utama kami, bagaimana kita bisa berdaya bersama, bersinergi demi ketahanan pangan dan ketahanan energi," ungkap Taufiq di Jatisura pada Rabu, 23 September 2026.

Panen Padi Indramayu Melejit Luar Biasa
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Sebelum intervensi Pertamina, kondisi lahan persawahan tadah hujan di Jatisura menghadapi tantangan serius. Produktivitasnya sangat rendah, dengan rata-rata hanya mampu panen satu kali dalam setahun. Tanah di sana, menurut penuturan kelompok tani, berada dalam kondisi "sakit" atau kekurangan nutrisi esensial.

Menanggapi permasalahan tersebut, langkah awal yang diambil Pertamina adalah melakukan analisis mendalam terhadap kadar unsur hara tanah. Bekerja sama dengan Universitas Padjadjaran, sampel tanah diuji di laboratorium untuk mengidentifikasi elemen nutrisi mana yang kurang dan mana yang masih memadai. "Dari hasil lab itu, kami bisa menentukan proporsionalisasi pupuk yang tepat," jelas Taufiq.

Tak hanya itu, Pertamina juga membangun lima titik sumur bor untuk memastikan pasokan air yang memadai bagi lahan pertanian. Inovasi berlanjut dengan pengaplikasian agen hayati Plant Growth-Promoting Rhizobacteria (PGPR) yang berfungsi sebagai peningkat pertumbuhan tanaman. Untuk mengatasi hama tikus secara alami, Rumah Burung Hantu (Rubuha) juga dipasang di beberapa titik strategis.

Kombinasi strategi penanganan yang menyeluruh ini terbukti membawa perubahan luar biasa. Jika sebelumnya petani hanya menghasilkan sekitar 6,5 ton gabah kering panen (GKP) per hektare, kini angka tersebut melonjak drastis menjadi 8,5 hingga 11 ton per hektare. Frekuensi panen pun meningkat dua kali lipat, dari satu kali menjadi dua kali dalam setahun, sekaligus menekan biaya perawatan tanaman secara signifikan.

Taufiq menambahkan, program yang awalnya merupakan uji coba di lahan seluas satu hektare dengan sepuluh petani ini kini

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar