Persaingan aplikasi ojek online (ojol) di Indonesia semakin ketat. Gojek dan Grab, dua raksasa di industri ini, kini mendapat tantangan dari Zendo, platform ojol lokal binaan Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU). Bertahan sejak 2015, Zendo membuktikan eksistensinya, meski harus bersaing dengan pemain besar. Bagaimana perbandingan harga layanannya?
Lahatsatu melakukan uji coba pemesanan layanan taksi dan ojol dari Terminal Bus Balaraja, Tangerang menuju Yayasan Pendidikan Bani Usman Manunggal (jarak sekitar 6 km) pada Rabu (8/1) pukul 12.00 WIB. Hasilnya cukup menarik.

Berbeda dengan Gojek dan Grab yang berbasis aplikasi sepenuhnya, Zendo masih mengandalkan komunikasi via WhatsApp untuk pemesanan. Aplikasi Zendo sendiri berfungsi sebagai penunjuk lokasi dan nomor WhatsApp admin. Untuk mengetahui harga layanan taksi online (Zendo Car), layanan pesan antar makanan (Zendo Food), layanan antar barang (Zendo Delivery), dan layanan kebutuhan sehari-hari (Zendo Shopping), pengguna perlu melakukan konfirmasi langsung melalui WhatsApp.
Hasil perbandingan harga menunjukkan perbedaan yang signifikan. Meskipun detail harga Gojek dan Grab tidak dijabarkan secara spesifik, administrator WhatsApp Zendo Kabupaten Tangerang menjelaskan bahwa sistem penetapan harga Zendo memprioritaskan kesejahteraan mitra pengemudi, bukan dengan strategi ‘banting harga’ atau ‘bakar uang’ seperti yang kerap dilakukan kompetitornya.
Zendo, yang telah beroperasi di lebih dari 70 kota dan menggandeng lebih dari 700 mitra pengemudi serta 2.000 mitra layanan lainnya, mencatatkan lebih dari 100 ribu pengguna aktif. Keberadaan Zendo menjadi bukti bahwa platform lokal mampu bersaing dan menawarkan alternatif layanan yang berbeda, khususnya dalam hal prioritas kesejahteraan pengemudi. Ke depannya, menarik untuk melihat bagaimana Zendo akan terus berkembang dan mempertahankan posisinya di tengah persaingan yang semakin sengit.




