OJK Dorong Ekonomi Rakyat Lewat TPAKD

lahatsatu.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus menunjukkan komitmen nyata dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional melalui pemerataan akses keuangan di seluruh pelosok negeri. Melalui penguatan

Agus sujarwo

OJK Dorong Ekonomi Rakyat Lewat TPAKD

lahatsatu.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus menunjukkan komitmen nyata dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional melalui pemerataan akses keuangan di seluruh pelosok negeri. Melalui penguatan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), lembaga regulator ini berupaya keras menekan angka kemiskinan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat dengan cara menyalurkan modal kerja secara masif.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengungkapkan bahwa jangkauan program percepatan akses keuangan ini telah menyentuh seluruh wilayah di Indonesia. Tidak ada lagi daerah yang terisolasi dari sistem keuangan formal. Hal ini dibuktikan dengan terbentuknya 552 tim kerja TPAKD yang tersebar merata di tingkat provinsi, kabupaten, hingga kota.

OJK Dorong Ekonomi Rakyat Lewat TPAKD
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Saat ini kita sudah memiliki 552 tim percepatan akses keuangan daerah di seluruh Indonesia. Jadi, tidak ada daerah yang belum memiliki tim ini," tegas Friderica dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) TPAKD yang digelar di Jakarta Utara, Kamis (22/10/2026).

Keberhasilan program ini tercermin dari angka penyaluran dana yang sangat signifikan. Dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, yakni periode Agustus hingga Oktober, OJK berhasil menggerakkan sekitar 350 Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) untuk menyalurkan pembiayaan. Total dana yang mengalir ke masyarakat mencapai angka fantastis, yakni Rp 53 triliun, yang dinikmati oleh sekitar 2,1 juta debitur.

Menariknya, bantuan modal ini tidak hanya menyasar korporasi besar, melainkan langsung menyentuh akar rumput. Sasaran utamanya adalah pelaku usaha mikro dan kecil di berbagai daerah. Mulai dari pedagang warung kelontong, pengemudi ojek online, petani kopi, hingga para pembudidaya ikan nila menjadi penerima manfaat dari program ini. Sinergi antara Bank Pembangunan Daerah (BPD), Bank Perekonomian Rakyat (BPR), dan lembaga pembiayaan lainnya menjadi kunci utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah.

Selain TPAKD, OJK juga memiliki senjata ampuh lainnya untuk melindungi masyarakat dari jeratan utang ilegal, yakni Program Kredit Pembiayaan Melawan Rentenir (KPMR). Program ini telah mencatatkan prestasi dengan menyalurkan dana sebesar Rp 64,8 triliun kepada 2,3 juta debitur. Selain itu, terdapat pula penyaluran kredit pada sektor prioritas senilai Rp 5,4 triliun yang menyasar lebih dari 103.000 debitur.

Tak hanya fokus pada pembiayaan modal, OJK juga menaruh perhatian besar pada literasi keuangan generasi muda. Melalui inovasi program Simpanan Pelajar (SIMPEL) atau Satu Rekening Satu Pelajar, OJK bekerja sama dengan perbankan nasional dan daerah untuk membiasakan budaya menabung sejak dini. Dengan modal awal yang sangat terjangkau, yakni hanya Rp 5.000, anak-anak sekolah kini sudah bisa memiliki rekening tabungan sendiri, yang diharapkan menjadi bekal kemandirian finansial mereka di masa depan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar