lahatsatu.com – Pasar modal Indonesia menunjukkan ketangguhan yang luar biasa pada perdagangan Kamis pagi (22/10/2026). Setelah sempat mengalami tekanan jual yang cukup dalam saat pembukaan pasar, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara mengejutkan mampu membalikkan keadaan dan bergerak ke zona hijau. Fenomena rebound ini memberikan angin segar bagi para investor yang sempat khawatir melihat performa indeks di awal sesi.
Perjalanan IHSG pada pagi hari ini tergolong cukup dramatis. Berdasarkan pantauan data pasar, indeks sempat terperosok cukup tajam hingga menyentuh level psikologis di angka 5.100-an. Bahkan, titik terendah sempat berada di posisi 5.185,52, yang memicu kekhawatiran akan terjadinya tren pelemahan yang lebih lanjut. Namun, tekanan tersebut tidak berlangsung lama. Para pelaku pasar segera melakukan aksi beli yang mendorong indeks kembali naik secara signifikan.

Hingga pukul 09.28 WIB, IHSG tercatat telah menguat sebesar 0,61 persen ke level 5.363,55. Pembalikan arah ini menunjukkan adanya kekuatan beli yang cukup solid di tengah volatilitas pasar yang tinggi. Meskipun sempat mengalami guncangan di awal, momentum penguatan ini memberikan sinyal positif bahwa pasar sedang mencoba mencari titik keseimbangan baru.
Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia juga terlihat sangat dinamis. Hingga pukul 09.30 WIB, volume transaksi telah menyentuh angka 6,47 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 3,13 triliun. Tingginya intensitas perdagangan ini tercermin dari frekuensi transaksi yang mencapai 400.305 kali. Kondisi ini mengindikasikan bahwa minat investor untuk bertransaksi tetap tinggi meskipun kondisi pasar sedang fluktuatif.
Jika menilik komposisi pergerakan saham, tercatat sebanyak 334 saham mengalami kenaikan harga. Di sisi lain, terdapat 275 saham yang bergerak melemah, sementara 152 saham lainnya terpantau stagnan atau tidak mengalami perubahan harga. Secara keseluruhan, kapitalisasi pasar IHSG saat ini berada di angka yang sangat besar, yakni Rp 9.464,39 triliun.
Namun, di balik penguatan pagi ini, para investor tetap perlu waspada terhadap tren jangka menengah. Jika menilik data dalam lima hari perdagangan terakhir, IHSG sebenarnya masih mencatatkan penurunan yang cukup dalam, yakni mencapai 8,61 persen. Selain itu, arus modal asing juga menunjukkan tren keluar yang masif, di mana tercatat net foreign sell atau aksi jual bersih oleh investor asing mencapai Rp 92,09 triliun sepanjang tahun 2026. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi penguatan indeks di masa mendatang.




