Misteri Subsidi Motor Listrik Bikin Lesu

lahatsatu.com – Industri kendaraan listrik di tanah air tengah berada dalam kondisi yang cukup mengkhawatirkan. Ketidakpastian mengenai kebijakan insentif atau subsidi dari pemerintah membuat pasar

Agus sujarwo

Misteri Subsidi Motor Listrik Bikin Lesu

lahatsatu.com – Industri kendaraan listrik di tanah air tengah berada dalam kondisi yang cukup mengkhawatirkan. Ketidakpastian mengenai kebijakan insentif atau subsidi dari pemerintah membuat pasar sepeda motor listrik mengalami penurunan drastis. Hingga memasuki penghujung September 2026, masyarakat dan pelaku industri masih harus menunggu kabar burung mengenai kapan bantuan dana tersebut benar-benar bisa dinikmati.

Kondisi ini memicu kekhawatiran mendalam bagi para pelaku usaha. Juru Bicara Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Febri Hendri Antoni Arief, mengungkapkan bahwa hingga saat ini Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang menjadi landasan hukum pemberian insentif tersebut belum juga diterbitkan. Meskipun Kemenperin mengaku telah menyiapkan petunjuk teknis (juknis) terkait mekanisme penyaluran, namun tanpa adanya payung hukum dari kementerian keuangan, program ini tidak bisa berjalan.

Misteri Subsidi Motor Listrik Bikin Lesu
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Febri menekankan bahwa pihaknya memilih untuk tidak memberikan janji manis kepada publik sebelum ada kepastian hukum yang jelas. Menurutnya, memberikan harapan palsu hanya akan merugikan dua pihak sekaligus, yakni konsumen yang sudah menanti-nanti dan industri yang membutuhkan kepastian untuk merencanakan produksi. "Kepastian itu sangat penting. Jika belum ada, kami tidak ingin menyampaikannya karena akan membuat konsumen menunggu dan industri menderita," tegas Febri saat ditemui di Jakarta.

Sebelumnya, sempat muncul wacana mengenai besaran subsidi yang akan diberikan. Mantan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, sempat menyebutkan bahwa nilai insentif akan disesuaikan menjadi Rp3 juta per unit, turun dari rencana awal sebesar Rp5 juta. Pemerintah sebenarnya telah menyiapkan anggaran fantastis sebesar Rp3 triliun yang ditargetkan untuk menyasar satu juta unit motor listrik produksi dalam negeri. Namun, kapasitas produksi nasional saat ini dinilai belum mampu menyerap seluruh anggaran tersebut dalam waktu singkat.

Dampak dari ketidakjelasan kebijakan ini sangat nyata terlihat pada angka penjualan. Ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli), Budi Setiyadi, melaporkan bahwa angka penjualan motor listrik pada tahun 2026 ini terjun bebas. Berdasarkan data hingga Agustus 2026, penjualan hanya menyentuh angka 18.900 unit.

Angka ini sangat kontras jika dibandingkan dengan performa tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun 2024, penjualan sempat mencapai 77.000 unit berkat adanya dukungan subsidi yang jelas. Bahkan pada tahun 2025, meski tanpa subsidi, pasar masih mampu bertahan di angka sekitar 70.000 unit. Penurunan tajam di tahun 2026 ini murni disebabkan oleh sikap "wait and see" dari masyarakat. Konsumen cenderung menunda pembelian karena berharap adanya skema subsidi yang dijanjikan pemerintah.

Jika pemerintah tidak segera memberikan kepastian regulasi, dikhawatirkan momentum transisi energi menuju kendaraan ramah lingkungan di Indonesia akan semakin melambat dan industri lokal akan semakin terpuruk.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar