lahatsatu.com – Isu mengenai perombakan kabinet kembali mencuat di tengah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Kabar yang paling menyita perhatian publik adalah desas-desus mengenai pencarian sosok baru untuk mengisi kursi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Hal ini memicu spekulasi luas, mengingat posisi tersebut merupakan salah satu sektor paling krusial dalam menjaga stabilitas ekonomi dan ketahanan energi nasional.
Menanggapi kegaduhan yang berkembang di tengah masyarakat, Menteri Koordinator (Menko) Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, akhirnya angkat bicara. Bahlil memberikan klarifikasi terkait status jabatannya saat ini yang masih memegang dua posisi sekaligus, yakni sebagai Menko Hilirisasi dan juga Menteri ESDM.

Dalam keterangannya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Bahlil menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada perubahan mengenai posisi tersebut. Ia menekankan bahwa rangkap jabatan yang ia jalani saat ini bukanlah sebuah keputusan pribadi, melainkan instruksi langsung dari kepala negara.
"Sampai dengan hari ini, saya menjalankan apa yang diperintahkan oleh Bapak Presiden, baik sebagai Menteri ESDM maupun sebagai Menko Hilirisasi," ujar Bahlil dengan lugas pada Rabu (14/10/2026).
Bahlil, yang baru saja resmi dilantik sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi pada awal Oktober 2026 lalu, menyadari sepenuhnya bahwa beban kerja yang ia emban sangatlah besar. Ia mengakui bahwa mengelola dua kementerian sekaligus memerlukan konsentrasi dan energi ekstra. Namun, ia menyatakan kesiapannya untuk menjalankan amanah tersebut demi kepentingan negara.
Menurut Bahlil, penggabungan peran ini sebenarnya merupakan langkah strategis yang sejalan dengan visi "Asta Cita" milik Presiden Prabowo Subianto. Fokus utama pemerintah saat ini adalah mempercepat hilirisasi industri dan melakukan transisi energi menuju sumber daya yang lebih berkelanjutan. Dengan memegang kendali di kedua sektor ini, Bahlil merasa dapat melakukan konsolidasi kebijakan yang lebih cepat dan efektif.
"Saya tahu ini adalah amanah dan tanggung jawab negara yang harus saya emban. Saya siap bekerja secara maksimal," tambahnya.
Langkah penggabungan fungsi koordinasi hilirisasi dengan pengelolaan sumber daya mineral ini diharapkan dapat memangkas birokrasi yang selama ini dianggap menghambat investasi di sektor energi. Dengan satu komando, pemerintah ingin memastikan bahwa setiap kekayaan alam yang dikelola melalui proses hilirisasi dapat memberikan nilai tambah maksimal bagi ekonomi nasional, sesuai dengan target-target besar yang telah ditetapkan oleh Presiden Prabowo.




