lahatsatu.com – Pembangunan Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) di Wanam, Merauke, Papua Selatan, tidak hanya diproyeksikan sebagai pusat produksi nasional, tetapi juga sebagai motor penggerak kesejahteraan masyarakat lokal. Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menegaskan bahwa kehadiran proyek strategis ini harus berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup warga di sekitarnya, mulai dari aspek ekonomi hingga pemenuhan kebutuhan dasar.
Dalam kunjungan kerjanya ke Desa Wanam pada Kamis (8/10/2026), Dody melakukan peninjauan langsung ke permukiman warga yang berbatasan dengan kawasan KSPEAN. Ia ingin memastikan bahwa kemajuan infrastruktur pangan yang sedang dibangun selaras dengan perbaikan fasilitas sosial dan kebutuhan hidup masyarakat setempat. Salah satu fokus utama dalam kunjungannya adalah memastikan ketersediaan air bersih, listrik, dan sanitasi yang layak bagi warga.

Salah satu perhatian khusus Menteri Dody tertuju pada kondisi bangunan Gereja Santa Theresia Ilwayab. Gereja yang menjadi pusat kegiatan spiritual warga tersebut saat ini dalam kondisi memprihatinkan. Bangunan yang sudah sangat tua dan tampak reyot tersebut dinilai berisiko tinggi bagi keselamatan jemaat yang beribadah di dalamnya.
"Kemarin ada permintaan untuk merenovasi gereja. Saya datang untuk mengecek sendiri kondisinya, dan ternyata memang harus segera diperbaiki karena sudah terlalu tua. Saya khawatir jika terjadi guncangan, bangunan ini bisa ambruk saat sedang ada kebaktian," ungkap Dody saat meninjau lokasi.
Menurut Dody, pembangunan di Wanam harus berjalan secara beriringan antara sektor ekonomi dan sosial. Di satu sisi, pemerintah sedang menggarap lahan sawah luas agar masyarakat mengenal sektor pertanian sebagai sumber ekonomi baru selain melaut. Namun di sisi lain, pemerintah tidak boleh melupakan aspek kehidupan beragama dan sosial yang menjadi fondasi masyarakat.
Terkait renovasi gereja, Kementerian PU berencana melakukan perbaikan menyeluruh agar bangunan lebih layak digunakan. Selain fisik bangunan, ketersediaan air bersih juga menjadi prioritas. Dody menyatakan akan mengecek potensi pemanfaatan embung swadaya masyarakat yang terletak di dekat gereja. Jika fasilitas penampungan air seperti toren sudah tidak layak, pemerintah akan menggantinya serta membangun jaringan perpipaan baru dari embung menuju gereja.
Tak berhenti di situ, dukungan infrastruktur juga akan menyasar aspek listrik dan sanitasi, terutama di area sekitar gereja yang berdekatan dengan SD YPPK ST Pomtanusmgoowe Ilwayab. Hal ini bertujuan agar kawasan tersebut menjadi pusat kegiatan sosial yang nyaman bagi warga desa.
Melalui proyek KSPEAN Wanam, pemerintah berharap sentra produksi pangan di Indonesia Timur ini mampu membuka peluang usaha baru bagi warga, seperti pengolahan sagu dan kelapa. Dengan adanya diversifikasi ekonomi, diharapkan angka kemiskinan di wilayah Merauke dapat ditekan secara signifikan. Dody pun telah menginstruksikan tim balai untuk segera mengeksekusi rencana ini setelah survei awal selesai dilakukan.




