Akses Jalan Merauke Kini Makin Mulus

lahatsatu.com – Kabar baik bagi masyarakat di Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Upaya pemerintah dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah terus dikebut melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD).

Agus sujarwo

Akses Jalan Merauke Kini Makin Mulus

lahatsatu.com – Kabar baik bagi masyarakat di Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Upaya pemerintah dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah terus dikebut melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD). Kementerian Pekerjaan Umum (PU) kini tengah fokus melakukan perbaikan dan pembangunan infrastruktur jalan secara masif guna mendukung mobilitas warga serta pertumbuhan ekonomi lokal.

Melalui program strategis ini, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Papua Selatan menargetkan pembenahan infrastruktur jalan dengan total panjang mencapai 65,74 kilometer. Proyek ambisius ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah pusat untuk memastikan pemerataan pembangunan di wilayah timur Indonesia, khususnya di tanah Papua.

Akses Jalan Merauke Kini Makin Mulus
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Plt Kepala BPJN Papua Selatan, Andre Sahat Tua Sirait, mengungkapkan bahwa pengerjaan jalan IJD di Merauke telah dimulai sejak tahun 2025. Pada tahap awal, fokus pengerjaan menyasar ruas jalan sepanjang 21,2 kilometer. Tak berhenti di situ, pada tahun berjalan ini, Kementerian PU kembali mengalokasikan anggaran untuk menangani sembilan titik jalan lainnya dengan total panjang mencapai 44,54 kilometer.

"Targetnya, sebagian pekerjaan akan rampung pada tahun ini, sementara sisanya akan diselesaikan secara bertahap hingga tahun 2027," ujar Andre saat meninjau lokasi di Kampung Yasamulia, Merauke, pada Jumat (9/10/2026).

Salah satu proyek yang menjadi sorotan adalah peningkatan akses jalan sepanjang 6,4 kilometer yang melintasi tiga desa sekaligus, yakni Kampung Yasamulia, Kampung Waninggap Say, dan Kampung Hidup Baru. Proyek yang menelan anggaran sebesar Rp 25 miliar ini merupakan transformasi besar bagi warga setempat. Jika sebelumnya jalur tersebut hanya berupa jalan tanah yang sulit dilalui, kini jalan tersebut telah ditingkatkan menjadi jalan aspal dengan lebar badan jalan 4 meter serta bahu jalan masing-masing 1 meter di kedua sisinya.

Kehadiran jalan aspal ini membawa dampak instan bagi kehidupan sosial dan ekonomi. Kawasan tersebut dikenal sebagai sentra pertanian di Kabupaten Merauke. Dengan kondisi jalan yang mulus, para petani kini dapat mengangkut hasil bumi mereka dengan lebih cepat dan efisien. Selain itu, akses menuju fasilitas publik vital seperti Puskesmas, SMKN 5 Merauke, hingga gudang Bulog kini menjadi jauh lebih mudah dijangkau oleh masyarakat.

Lebih lanjut, Andre menjelaskan bahwa untuk tahun 2026, pihaknya telah merencanakan pengerjaan di sembilan titik lainnya dengan total panjang sekitar 60 kilometer. Proyek ini akan dilaksanakan melalui skema kontrak tahun jamak (multiyears) yang membentang dari tahun 2026 hingga 2027.

Terkait mekanisme pengusulan proyek, Andre menegaskan bahwa program IJD menggunakan pendekatan bottom-up. Artinya, pembangunan jalan didasarkan pada usulan langsung dari pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

"Kami sangat terbuka terhadap usulan dari pemerintah daerah. Selama usulan tersebut memenuhi kriteria kesiapan (readiness criteria) yang ditetapkan oleh Kementerian PU, kami siap merealisasikannya," pungkasnya. Dengan adanya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, diharapkan infrastruktur di Merauke dapat terus berkembang demi kesejahteraan masyarakat luas.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar