Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali menegaskan komitmennya untuk melakukan reformasi di tubuh Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC). Bahkan, Purbaya tak segan untuk mengambil langkah ekstrem dengan membekukan instansi tersebut jika perbaikan kinerja tidak menunjukkan hasil signifikan.
"Jika memang tidak bisa perform, ya kita bekukan, betul-betul beku. Artinya, 16.000 pegawai Bea Cukai kita rumahkan," tegas Purbaya di sela-sela Rapimnas KADIN 2025 di The Park Hyatt Hotel Jakarta, Senin (1/12/2025). Meski demikian, ia telah meminta waktu satu tahun kepada Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan pembenahan internal sebelum opsi pembekuan diambil.

Purbaya meyakini bahwa kinerja sebagian besar pegawai Bea Cukai masih dapat ditingkatkan. Namun, ia tidak akan mentolerir pegawai yang resisten terhadap perubahan. "Dalam prosesnya akan kelihatan mana yang bisa bergabung, mana yang tidak. Yang tidak bisa bergabung, yang tidak bisa mengubah diri, akan saya selesaikan dengan cepat," ujarnya.
Sebelumnya, Purbaya juga sempat menyinggung kemungkinan pengalihan tugas DJBC kepada pihak swasta, seperti Societe Generale de Surveilance (SGS), jika perbaikan tidak membuahkan hasil. "Saya sudah minta waktu ke Presiden satu tahun untuk tidak diganggu dulu. Biarkan saya diberi waktu untuk memperbaiki Bea Cukai, karena ancamannya serius," ungkap Purbaya usai rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Jakarta, Kamis (27/11/2025).
Ancaman pembekuan ini menjadi sinyal kuat bagi seluruh jajaran Bea Cukai untuk segera berbenah dan meningkatkan kinerja. Jika tidak, ribuan pegawai terancam kehilangan pekerjaan dan fungsi kepabeanan akan diambil alih pihak lain. Lahatsatu.com akan terus memantau perkembangan reformasi di tubuh Bea Cukai ini.




