Mal Dihantui ‘Roh Halus’: Lihat Langsung, Belinya Online!

Jakarta, Lahatsatu.com – Fenomena unik melanda pusat perbelanjaan di tanah air. Istilah "Roh Halus" kini populer untuk menggambarkan pengunjung mal yang gemar melihat dan mencoba

Agus sujarwo

Mal Dihantui 'Roh Halus': Lihat Langsung, Belinya Online!

Jakarta, Lahatsatu.com – Fenomena unik melanda pusat perbelanjaan di tanah air. Istilah "Roh Halus" kini populer untuk menggambarkan pengunjung mal yang gemar melihat dan mencoba produk, terutama pakaian dan fesyen, namun pada akhirnya memilih berbelanja secara daring.

Ketua Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), Budiharjo Iduansjah, mengungkapkan bahwa peralihan perilaku konsumen ini disebabkan oleh kemudahan dan seringkali harga yang lebih menarik di toko online. Peralatan rumah tangga, elektronik, hingga fesyen kini banyak dibeli secara daring, memukul penjualan toko fisik di mal.

Mal Dihantui 'Roh Halus': Lihat Langsung, Belinya Online!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Toko-toko peralatan rumah tangga, elektronik, toko baju-fesyen, sepatu itu terpukul sekali yang di mal, di Depstore terpukul sekali dengan online," ujarnya.

Menurutnya, daya saing toko offline terhambat oleh berbagai faktor, mulai dari perizinan yang rumit hingga masalah pajak yang membuat harga jual lebih tinggi. Kondisi ini diperparah dengan keterbatasan variasi produk dibandingkan toko online.

Ekonom senior INDEF, Tauhid Ahmad, menambahkan bahwa persaingan harga yang ketat antara toko offline dan online menjadi pemicu utama fenomena "Roh Halus". Konsumen cenderung mencari harga termurah, dan toko online seringkali menawarkan harga yang lebih kompetitif.

"Jadi kenapa mereka jarang beli, mereka ke sana memang kalau ada barang-barang yang dibutuhkan. Kalau memang ternyata barang dibutuhkan lebih mahal dari yang ada katakanlah di e-commerce, mereka nggak akan beli. Perkembangan digitalisasi cenderung membuat harga semakin kompetitif, jadi ketika mereka ke mal ternyata harganya lebih mahal mereka nggak akan jadi beli," jelas Tauhid.

Faktor daya beli juga berperan penting. Masyarakat dengan daya beli terbatas akan mencari opsi termurah, termasuk berbelanja online. Meskipun mal menawarkan fasilitas dan kenyamanan, konsumen enggan mengorbankan uangnya jika selisih harga terlalu signifikan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar

ads cianews.co.id banner 1